Selasa, 10 Mei 2016

67:1-5 Tafsir Surah Al Mulk, ayat 1-5.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢) الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (٣) ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ (٤) وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (٥)

Allah s.w.t. berfirman, 

"1. Mahasuci yang ditanganNya kerajaan," 

Allah s.w.t. mengagungkan diriNya Yang Mahamulia. Di tangan kekuasaanNyalah semua kerajaan. Dialah Yang Mengatur semua makhluk menurut apa yang dikehendakiNya, tiada akibat bagi apa yang telah diputuskanNya, dan tiada yang menanya tentang apa yang diperbuatNya kerana keperkasaanNya, kebijaksanaanNya, dan keadilanNya.

"dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa." 

Mahaagung, Mahatinggi, Mahabanyak kebaikanNya dan merata ihsanNya. Di antara keagunganNya adalah di TanganNya kerajaan alam bahagian atas maupun alam bahagian bawah, Dia yang menciptakannya, bertindak sesuai kehendakNya dengan hukum-hukum qadariNya (taqdir) dan hukum-hukum agamaNya (syariat) yang mengikuti hikmah(kebijaksanaan)Nya. Di antara keagunganNya juga adalah sempurnanya kekuasaanNya dimana dengan kekuasaan itu Dia menaqdirkan segala sesuatu dan dengannya Dia menciptakan makhluk-makhluk yang besar seperti langit dan bumi.

"2. Yang menciptakan kematian dan kehidupan," 

Allah lah yang menciptakan makhluk dari tiada menjadi ada. Keadaan yang pertama dinamakan mati, iaitu al 'adam (ketiadaan), dan pertumbuhan ini dinamakan hidup. Dia menetapkan untuk hamba-hambaNya hidup di dunia kemudian mati, kemudian hidup di akhirat.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya Allah menghinakan anak Adam dengan mati, dan menjadikan dunia negeri kehidupan, lalu negeri kematian. Dan Dia menjadikan akhirat sebagai negeri pembalasan, lalu negeri kekekalan."

"untuk menguji kalian, siapakah di antara kalian lebih baik amal," 

Yakni yang terbaik, lebih ikhlas dan lebih sesuai amalnya dengan sunnah Rasulullah s.a.w. Hal itu, kerana Allah s.w.t. menciptakan hamba-hambaNya, mengeluarkan mereka ke dunia dan memberitahukan bahawa mereka akan berpindah darinya; Dia memerintah dan melarang mereka serta menguji mereka dengan berbagai syubhat yang bertentangan dengan perintahNya, maka barang siapa yang tunduk kepada perintah Allah dan memperbagus amalnya, maka Allah akan memperbagus balasanNya di dunia dan akhirat, sebaliknya barang siapa yang mengikuti hawa nafsu dan menolak mengikuti perintah Allah, maka dia akan memperoleh balasan yang buruk.

"Dan Dia Maha Perkasa Maha Pengampun." 

MilikNya semua keperkasaan lagi Mahabesar dan Mahakukuh ZatNya. Dengan keperkasaanNya Dia tundukkan segala sesuatu. Sekalipun Dia Mahaperkasa, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Pemaaf, dan Maha Penyantun.

Dia Maha Pengampun terhadap orang-orang yang bersalah dan berdosa apabila mereka bertaubat dan kembali ke jalanNya sesudah berbuat derhaka terhadapNya dan menentang perintahNya. Sesungguhnya Dia mengampuni dosa-dosa mereka meskipun dosa mereka setinggi langit, dan Dia akan menutup aib mereka meskipun sepenuh dunia.

"3. Yang menciptakan tujuh langit berlapis." 

Maksudnya, bertingkat-tingkat. Masing-masing lapisan di atas yang lain, Dia menciptakannya dalam keadaan yang sangat bagus dan rapi.

"Kamu tidak melihat pada penciptaan Ar Rahman dari ketidak seimbangan." 

Iaitu kerosakan dan kekurangan bahkan rapi sempurna, tiada perbedaan, tiada kontradiksi, tiada kekurangan, tiada kelemahan, dan tiada cela. Maka bererti langit itu sangat indah dan sempurna, seimbang dan sesuai warnanya, bentuknya dan tingginya, demikian pula apa yang ada di sana seperti matahari, bulan, bintang, benda langit yang diam dan yang bergerak.

"Maka kembalilah pandangan, apakah kamu melihat dari yang cacat?" 

Oleh kerana kesempurnaannya sudah dimaklumi, maka Allah s.w.t. memerintahkan agar melihat langit sekali lagi dengan teliti, dan memperhatikan segala penjurunya sambil memikirkan dan mengambil pelajaran. Apakah kamu nampak padanya suatu cela, kecacatan, kekurangan, kelemahan, keretakan, lubang-lubang, celah-celah yang ternganga?

"4. Kemudian ulangilah pandangan dua kali," 

Pandanglah ia berkali-kali dengan teliti.

"berbalik kepadamu pandangan membingungkan" 

Nescaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat. Ternyata tidak ada cacatnya.

"dan ia lemah." 

Pandanganmu akan lemah, payah, keletihan, terputus, kepayahan, terhina dan merasa kecil kerana tidak menemukan suatu cela atau suatu cacat pun padanya.

"5. Dan sungguh, Kami hiasi langit dunia dengan bintang-bintang" 

Allah s.w.t. menegaskan keindahan hiasan langit yang paling dekat dengan bumi dengan cahaya bintang-bintang yang beraneka ragam, baik yang beredar maupun yang tetap. Jika tidak ada bintang tentu langit menjadi atap yang gelap dan menjadi tidak indah dan tidak menarik.

Allah s.w.t. juga menjadikannya sebagai petunjuk bagi musafir di kegelapan daratan dan lautan.

"dan Kami menjadikannya pelempar terhadap syaitan-syaitan," 

Apabila para syaitan mencuri berita dari langit, iaitu dengan dilepasnya meteor dari bintang-bintang seperti suluh api yang diambil dari api, kemudian dilemparkan kepada jin sehingga jin yang mencuri berita itu terbunuh atau anggota badannya terpotong, bukan maksudnya bahawa bintang-bintang besar di langit jatuh menimpa syaitan. Dengan demikian, Allah s.w.t. menjadikan bintang-bintang untuk menjaga langit.

"dan Kami sediakan bagi mereka azab yang menyala-nyala." 

Kami jadikan kehinaan itu untuk syaitan-syaitan di dunia, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala di negeri akhirat kerana mereka derhaka kepada Allah dan menyesatkan hamba-hambaNya. Demikian pula para pengikut syaitan dari kalangan orang-orang kafir juga Allah siapkan azab neraka yang menyala-nyala.

Qatadah mengatakan, "Sesungguhnya bintang-bintang ini diciptakan untuk tiga hal, iaitu Allah menciptakannya untuk perhiasan bagi langit, dan sebagai pelempar syaitan, serta sebagai tanda-tanda untuk dijadikan petunjuk arah. Maka barang siapa yang mempunyai takwilan lain selain dari yang telah disebutkan, bererti dia mengemukakan pendapatnya sendiri, memasuki bahagian yang bukan bahagiannya, keliru dalam berpendapat, serta memaksakan dirinya terhadap apa yang tiada pengetahuan baginya tentang hal itu."

Tiada ulasan:

KANDUNGAN.

JUZUK 1. Isti'adzah.    Al Fatihah 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 . Al Baqarah 1-5 , 6-7 , 8-9 , 10-16 , 17-20 , 21-25 , 26-27 , 28-29 , 3...