Isnin, 23 Disember 2019

2:67-74 Tafsir Surah Al Baqarah, ayat 67-74.

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ (٦٧) قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لا فَارِضٌ وَلا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ (٦٨) قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ (٦٩) قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ (٧٠) قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لا ذَلُولٌ تُثِيرُ الأرْضَ وَلا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لا شِيَةَ فِيهَا قَالُوا الآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ (٧١) وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (٧٢) فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (٧٣) ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (٧٤) 

Allah s.w.t. berfirman mengingatkan Bani Israil,

"67. Dan ketika berkata Musa kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar kalian menyembelih sapi betina.""

Ingatlah ketika Musa a.s. berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi betina." Iaitu ketika di antara mereka ada yang membunuh seseorang, lalu mereka saling tuduh-menuduh dalam hal itu. Kemudian mereka membawa persoalan itu kepada Musa a.s.

Maka Allah s.w.t. menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebahagian tubuh sapi itu.

Mudah, hanya seekor sapi betina, dan sepatutnya mereka segera mengerjakannya, tetapi mereka banyak bertanya sehingga semakin susah dan memberatkan.

Hikmah Allah menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka terhadap sapi yang pernah mereka sembah.

"Mereka berkata, "Apakah kamu akan menjadikan kami ejekan?""

Mereka bertanya dengan nada sombong dan menunjukkan kejahilannya, "Adakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?"

"Dia berkata," Aku berlindung kepada Allah bahawa aku menjadi termasuk orang-orang jahil.""

Musa a.s. menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh."

Tidak mungkin Musa a.s. memerintahkan sesuatu yang tidak ada faedahnya, kerana hanya orang bodoh yang berkata-kata tanpa faedah.

Di samping itu, orang yang berakal menganggap bahawa termasuk aib jika sampai mengejek antara sesama walaupun dia diberikan kelebihan, kerana kelebihan yang diberikan kepadanya menghendaki untuk bersyukur kepada Allah dan berkasih sayang antara sesama hamba Allah.

"68. Mereka berkata, "Mohonkanlah untuk kami Tuhan kamu Dia menjelaskan untuk kami seperti apa ia?" 

Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana sifat-sifat sapi betina itu?"

"Dia berkata, "Sesungguhnya Dia berfirman bahawa ia sapi betina tidak tua dan tidak muda, pertengahan di antara itu.""

Musa a.s. menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahawa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda, melainkan pertengahan antara keduanya." Itulah haiwan dan sapi yang paling bagus.

"Maka lakukanlah kalian apa yang kalian diperintahkan."

Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian. Iaitu lakukanlah segera apa yang diperintahkan dan jangan banyak bertanya.

"69. Mereka berkata, "Mohonkanlah untuk kami Tuhan kamu Dia menjelaskan untuk kami apa warnanya.""

Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami warna sapi betina itu." Mereka terus bertanya tentang sapi betina itu, sehingga yang sebelumnya mudah menjadi susah, bahkan hampir saja mereka tidak mengerjakannya.

"Dia berkata, "Sesungguhnya Dia berfirman bahawa ia sapi betina, kuning tua warnanya, menyenangkan orang-orang yang melihatnya.""

Musa a.s. menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahawa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, lagi menakjubkan bagi orang-orang yang memandangnya."

"70. Mereka berkata, "Mohonkanlah untuk kami Tuhan kamu Dia menjelaskan untuk kami seperti apa ia?" 

Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu?"

"Sesungguhnya sapi itu masih samar bagi kami, dan sungguh kami Insha'Allah pasti mendapat petunjuk."

Kerana sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, kerana jumlahnya yang sangat banyak sehingga menjadikannya samar. Sebutkanlah keistimewaan sapi itu dan juga sifat-sifat yang dimilikinya kepada kami. Sesungguhnya jika Allah menghendaki kami akan mendapat petunjuk untuk mendapatkan sapi itu.

"71. Dia berkata, "Sungguh Dia berfirman sungguh ia sapi betina tidak pernah dipakai membajak tanah dan tidak mengairi tanaman, sihat, tidak ada belang padanya."

Musa a.s. menjawab, "Sesungguhnya Allah berfirman bahawa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipekerjakan untuk membajak tanah dan mengairi tanaman, tidak ada cacat dan tidak ada belangnya."

Sapi betina itu tidak dihinakan dengan menggunakannya untuk bercucuk tanam dan menyirami tanaman, tetapi sapi itu sangat dihormati, elok, mulus, sihat dan tidak ada cacat padanya. Sapi itu hanya mempunyai satu warna dan tiada belang padanya.

"Mereka berkata, "Sekarang kamu datang dengan kebenaran."

Mereka berkata, "Sekarang barulah kamu menerangkan kepada kami hal atau hakikat sapi betina yang sebenarnya."

"Lalu mereka menyembelihnya dan hampir mereka tidak melaksanakannya."

Kemudian mereka menyembelihnya. Mereka nyaris tidak melaksanakan perintah itu kerana mereka sebenarnya tidak ingin menyembelihnya. Juga kerana sapi sesuai syarat yang disebutkan itu hampir-hampir tidak dapat ditemui.

Seandainya mereka semasa menerima perintah untuk menyembelih sapi betina, mereka segera mendatangkan seekor sapi betina yang mana pun, walaupun yang paling buruk, maka cukuplah bagi mereka. Tetapi mereka memperberat dirinya sendiri dengan banyak bertanya, maka Allah benar-benar memberatkan mereka.

Akhirnya mereka menyembelihnya setelah bersusah payah mencarinya. Semua itu mengandung celaan terhadap mereka, kerana tujuan mereka melakukan hal itu hanyalah untuk menunjukkan kesombongan.

Seandainya mereka tidak mengucapkan kata istisna iaitu, "Insha'Allah," nescaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk mendapatkan sapi betina tersebut untuk selama-lamanya.

"72. Dan ketika kalian membunuh seseorang, lalu kalian tuduh-menuduh dalam hal itu," 

Ingatlah ketika kalian membunuh seorang manusia, lalu kamu saling berselisih, bertengkar dan tuduh-menuduh tentang itu. Sebahagian mengatakan, “Kalian telah membunuhnya.” Tetapi sebahagian lainnya berkata, “Kalianlah yang telah membunuhnya.”

"Dan Allah mengungkap apa yang kalian sembunyikan." 

Tetapi Allah menyingkapkan atau memperlihatkan apa yang selama ini kalian sembunyikan atau tidak kalian perlihatkan.

"73. Maka Kami berfirman, "Pukullah dia dengan bahagiannya.""

Lalu Kami berfirman, “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Dengan demikian mukjizat itu terwujud dari bahagian anggota tubuh sapi tersebut. Ketika mayat itu dipukul dengan satu bahagian dari anggota tubuh sapi betina itu, Allah menghidupkan mayat itu.

Maka dia duduk dalam keadaan hidup, tidak pernah dia seperti itu sebelumnya.
Lalu ditanyakan kepadanya, "Siapakah yang telah membunuhmu?" Dia menjawab, "Anak-anak saudaraku yang telah membunuhku."

Setelah itu, nyawanya dicabut kembali. Ketika Allah mencabut nyawa orang itu, maka anak-anak saudaranya itu berujar, "Demi Allah, kami tidak membunuhnya."

"Demikianlah Allah menghidupkan yang mati" 

Seperti itulah Allah menghidupkan orang-orang yang telah mati pada hari kiamat, iaitu Bani Israil telah memukul mayat tersebut dengan bahagian tubuh sapi betina itu hingga mayat itu hidup.

Dengan kejadian itu Allah menjelaskan kekuasaanNya dan kemampuanNya untuk menghidupkan yang telah mati seperti dalam kes orang yang telah mati dibunuh itu.

"dan Dia memperlihatkan pada kalian ayat-ayatNya agar kalian mengerti." 

Allah memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kekuasaanNya agar kalian memahami. Dia menjadikan peristiwa itu sebagai hujjah bagi kalian akan adanya tempat kembali (akhirat) sekaligus sebagai jalan keluar dari permusuhan dan pertikaian yang terjadi di kalangan kalian.

Allah s.w.t. berfirman mencela dan mengecam sikap Bani Israil,

"74. Kemudian menjadi keras hati kalian setelah itu, maka ia seperti batu, atau lebih keras."

Setelah kalian dikurniakan berbagai macam nikmat, dan diperlihatkan dengan jelas tanda-tanda kekuasaan Allah dan kemampuanNya menghidupkan orang yang sudah mati, kalian tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya, hati kalian menjadi keras seperti batu, yang tidak akan melunak selamanya, bahkan lebih keras lagi sehingga sulit ditembus oleh kebaikan dan nasihat.

Ada yang menafsirkan bahawa yang keras hati itu adalah anak-anak saudara orang tersebut. Mereka mendustakan kebenaran setelah mereka menyaksikannya sendiri.

Akhirnya hati Bani Israil seiring berjalannya waktu menjadi keras tidak mahu mengenal pelajaran, setelah mereka menyaksikan sendiri tanda-tanda kekuasaan Allah dan mukjizatNya.

Kerasnya hati mereka itu laksana batu yang tidak dapat lagi dilunakkan, atau bahkan lebih keras daripada batu.

"Dan sungguh dari batu-batu sungguh boleh memancar darinya sungai-sungai. Dan sungguh darinya sungguh boleh terbelah lalu keluarlah darinya air. Dan sungguh darinya sungguh boleh meluncur jatuh kerana takut Allah."

Padahal di celah batu-batu itu ada sungai-sungai yang airnya memancar daripadanya, ada juga yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya walaupun tidak dapat mengalir, dan ada juga yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah.

Masing-masing memiliki rasa takut seperti itu sesuai dengan kudratnya.
Allah s.w.t. berfirman mengancam Bani Israil dengan ancaman yang keras,

"Dan tidaklah Allah lalai terhadap apa yang kalian kerjakan."

Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kalian kerjakan, bahkan mengetahuinya baik yang kecil maupun yang besar, dan nanti Dia akan memberikan pembalasan terhadapnya. Oleh kerana itu Allah s.w.t. melarang orang-orang yang beriman menyerupai keadaan mereka.

Rasulullah s.a.w. bersabda, “Janganlah kalian banyak bicara selain berzikir kepada Allah, kerana banyak bicara selain zikir kepada Allah dapat mengakibatkan hati menjadi keras. Sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.”

Tiada ulasan:

KANDUNGAN.

JUZUK 1. Isti'adzah.    Al Fatihah 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 . Al Baqarah 1-5 , 6-7 , 8-9 , 10-16 , 17-20 , 21-25 , 26-27 , 28-29 , 3...