Khamis, 13 Julai 2017

11:84-88 Tafsir Surah Hud, ayat 84-88.

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ وَلا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ (٨٤) وَيَا قَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ وَلا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ (٨٥) بَقِيَّةُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ (٨٦) قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ إِنَّكَ لأنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ (٨٧) قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلا الإصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ (٨٨)

Allah s.w.t. berfirman,

"84. Dan kepada Madyan saudara mereka Syu'aib." 

Allah s.w.t. telah mengutus Nabi Syu'aib a.s. kepada penduduk kota Madyan agar mereka dapat mengambil petunjuk darinya. Penghuni Madyan terdiri daripada suatu kabilah dari kalangan bangsa Arab.

Mereka tinggal di kawasan antara Hijaz dan Syam, dekat dengan Ma'an, dekat dengan Palestin, suatu kota yang dikenali dan dinamakan dengan nama mereka; iaitu kota Madyan. Syu'aib a.s. berasal dari keturunan orang yang terhormat di kalangan mereka. Beliau adalah saudara senasab dengan mereka. Mereka sudah mengenali Beliau sebelumnya.

"Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian satu Tuhan pun selain Dia.""

Sembahlah Allah semata. Hanya Dia saja yang berhak disembah. Janganlah kalian menyekutukanNya.

"Dan janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan baik" 

Kalian bukanlah dalam kesempitan, bahkan penghidupan dan rezeki kalian dalam keadaan baik-baik saja. Kalian mampu dan makmur. Kalian sebenarnya tak perlu melakukan kecurangan atau penipuan.

"dan sesungguhnya aku takut atas kalian azab hari yang meliputi." 

Aku bimbang jika kalian tidak beriman dan mengerjakan hal-hal yang diharamkan oleh Allah s.w.t., kenikmatan yang ada pada kalian itu dicabut seluruhnya dari kalian dan kalian akan ditimpa azab pada hari kiamat nanti.

"85. Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil,"

Apabila kalian memberikan hak orang lain, cukupkanlah dan penuhilah takaran dan timbangan dengan adil. Kalian pasti tidak suka jika tidak mendapatkannya secara penuh dari orang lain.

"dan janganlah kalian kurangi manusia hak-hak mereka" 

Kemudian Nabi Syu'aib memerintahkan mereka agar mencukupkan takaran dan timbangan secara adil, baik di saat mereka mengambil atau pun memberi.

"dan janganlah kalian melakukan kejahatan di bumi sebagai pembuat kerosakan." 

Janganlah kalian bersikap angkara murka di muka bumi dengan merompak orang-orang yang melintasi tempat tinggal kalian. Sesungguhnya kemaksiatan jika terus dilakukan akan merosakkan agama dan dunia.

"86. Sisa dari Allah lebih baik bagi kalian jika kalian beriman." 

Rezeki yang telah ditetapkan atau dibahagikan Allah bagi kalian, perintahNya, keuntungan yang halal dalam perdagangan dan ketaatan kepadaNya dengan menyempurnakan takaran dan timbangan adalah lebih baik bagi kalian daripada kalian mengambil harta orang lain atau keuntungan yang diperolehi dari kecurangan atau penipuan.

Tidak sama yang buruk dengan yang baik, walaupun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Kebinasaan akan berlaku kerana kalian mendapat azab, dan kelestarian atau terlindung dari kebinasaan akan berlaku kerana kalian mendapat rahmat. Oleh kerana itu, amalkanlah keimanan kalian.

"Dan tidaklah aku atas kalian menjadi penjaga." 

Bukanlah aku pengawas, penjaga atau yang akan membalas amal kalian, bahkan aku hanyalah pemberi peringatan. Kerjakanlah hal tersebut dengan ikhlas kerana Allah s.w.t. Janganlah kalian melakukannya agar dilihat oleh orang lain.

"87. Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah agama kamu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang menyembah bapa-bapa kami""

Adakah solat atau kitab bacaanmu menyuruh kamu menghalang kami menyembah berhala-berhala dan patung-patung yang disembah oleh nenek moyang kami?

"atau agar kami berbuat pada harta kami apa yang kami kehendaki?"

Atau adakah ia menyuruh kamu mengganggu dalam urusan harta kami? Memenuhi takaran dan timbangan serta menunaikan hak yang wajib tidaklah wajib kami lakukan, kerana harta itu adalah harta kami. Kami menguruskannya menurut cara yang kami kehendaki. Kamu tidak mempunyai hak terhadapnya.

"Sesungguhnya kamu sungguh kamu sangat penyantun orang yang pandai."

Mereka mengucapkan kalimat tersebut kepada Syu'aib a.s. dengan nada memperolok-olok, mengejek dan menyindir. Menurut mereka, seruan Syu'aib a.s. adalah perkara yang batil, tidak mungkin diserukan oleh orang yang mengajak kepada kebaikan. Mereka adalah musuh Allah, semoga Allah melaknat mereka, dan memang laknat Allah menimpa mereka.

Syu'aib a.s. terus menasihati kaumnya.

"88. Dia berkata, "Wahai kaumku! Apakah pendapat kalian jika aku berada di atas keterangan dari Tuhanku""

Bagaimanakah pendapat kalian jika aku berada dalam pengetahuan yang meyakinkan dan ketenangan dalam hal kebenaran tentang hal yang aku serukan kepada kalian?

"dan Dia merezekikan kepadaku dariNya rezeki yang baik?" 

DianugerahkanNya aku kenabian rezeki yang halal. Tidak sepatutnya aku menyalahi perintahNya dengan mencampurkan yang halal dengan yang haram.

"Dan tidaklah aku menghendaki untuk menyalahi kalian kepada apa yang aku larang kalian darinya." 

Tidaklah aku larang kalian dari suatu perkara, tetapi aku sendiri mengerjakannya. Bahkan akulah orang pertama, yang paling meninggalkan dan menjauhinya.

"Tidaklah aku bermaksud kecuali perbaikan selama aku sanggup." 

Tujuanku hanyalah beramar ma'ruf, bernahi munkar dan memperbaiki keadaan kalian semampuku dengan mengerahkan segala kekuatan yang ada padaku.

"Dan tidaklah ada taufik bagiku kecuali dari Allah." 

Tidak ada taufik bagiku dalam memperoleh kebenaran yang aku maksudkan sehingga aku dapat melakukan yang demikian dan ketaatan lainnya melainkan dengan pertolongan Allah. Ia bukanlah kerana usaha dan kekuatanku.

"KepadaNya aku bertawakkal" 

Hanya KepadaNya aku berserah diri, bersandar dan percaya dengan pencukupan dariNya dalam semua urusanku.

"dan kepadaNya aku kembali."

Hanya kepadaNya aku kembali dengan melakukan berbagai macam ibadah yang diperintahkan kepadaku. Dengan tawakkal dan kembali kepada Allah keadaan hamba menjadi baik. Hanya kepadaNyalah aku akan dikembalikan.

Tiada ulasan:

KANDUNGAN.

JUZUK 1. Isti'adzah.    Al Fatihah 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 . Al Baqarah 1-5 , 6-7 , 8-9 , 10-16 , 17-20 , 21-25 , 26-27 , 28-29 , 3...