Memaparkan catatan dengan label Juz 08. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Juz 08. Papar semua catatan

Isnin, 6 April 2020

7:85-87 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 85-87.

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٨٥) وَلا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلا فَكَثَّرَكُمْ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ (٨٦) وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ (٨٧) 

Allah s.w.t. berfirman,

"85. Dan kepada kaum Madyan saudara mereka Syu'aib." 

Kepada penduduk Madyan, Kami utus saudara mereka sendiri, Syu'aib. Mereka adalah keturunan Madyan ibnu Ibrahim. Syu'aib adalah Ibnu Maikil ibnu Yasyjur, nama sebenarnya menurut bahasa Siryani ialah Yasrun.

Kemudian Madyan menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Madyan itu. Kabilah ini tinggal di suatu tempat yang juga dinamai Madyan yang terletak di pantai laut merah di tenggara gunung Sinai. Mereka adalah orang-orang yang memiliki sumur Aikah.

"Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian Tuhan selain Dia.""

Syu’aib a.s. berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (sembahan) bagi kalian selain Dia." Itulah seruan yang dikemukakan oleh semua rasul.

"Sungguh telah datang kepada kalian bukti yang nyata dan Tuhan kalian.""

Sesungguhnya telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian atas kebenaranku. Iaitu Allah telah menegakkan hujah-hujah dan bukti-bukti bagi kebenaran dari apa yang aku sampaikan kepada kalian ini. Kemudian Syu'aib a.s. menasihati mereka,

"Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan" 

Dalam muamalah kalian dengan orang lain, hendaknya kalian berlaku adil dalam menakar dan menimbang barang-barangnya, dan janganlah sedikit pun mengurangi barang milik orang lain.

Janganlah kalian berlaku khianat terhadap orang lain dalam harta bendanya, lalu mengambilnya dengan cara yang licik, iaitu dengan mengurangi takaran dan timbangannya secara sembunyi-sembunyi dan pemalsuan.

"dan janganlah kalian kurangi manusia segala sesuatu milik mereka" 

Janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya. Janganlah kalian merugikan orang lain sedikit pun.

"dan janganlah kalian membuat kerosakan di bumi setelah memperbaikinya." 

Janganlah kalian membuat kerosakan di bumi dengan melakukan banyak kekufuran dan kemaksiatan sesudah Allah memperbaikinya dengan diutusNya para rasul.

"Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian adalah orang-orang yang beriman."

Meninggalkan kekufuran dan kemaksiatan mengikuti perintah Allah dan mendekatkan diri kepadaNya lebih baik dan lebih bermanfaat bagi hamba kerana akan membahagiakannya dan memasukkannya ke syurga daripada mengerjakan perbuatan yang mendatangkan kemurkaan Allah dan membawa kepada kesengsaraan di dunia dan akhirat.

"86. Dan janganlah kalian duduk-duduk di setiap jalanan kalian menakut-nakuti" 

Janganlah kalian duduk di setiap jalanan dengan menakut-nakuti orang-orang yang lalu lalang, seperti mengancam akan membunuh mereka jika mereka tidak memberikan hartanya kepada kalian, merampas pakaian mereka dan mengenakan pajak kepada barang dagangan yang mereka bawa.

Mereka adalah para pemungut liar (pemeras). Maka Syu'aib a.s. melarang mereka melakukan rompakan di jalan, baik secara fisik maupun secara mental.

"dan menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang beriman dengannya" 

Janganlah kalian menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah dengan mengancam akan membunuhnya.

"dan kalian menginginkannya bengkok." 

Kalian hendak membelokkan dan menyimpangkan jalan Allah menurut hawa nafsu kalian. Sepatutnya kalian menghormati dan memuliakan jalan yang dibentangkan Allah untuk hamba-hambaNya agar mereka mendapat keridhaan Allah dan syurgaNya, menolongnya, mengajak orang lain kepadanya dan membelanya. Menjadi perompak dan menghalangi manusia dari jalan Allah merupakan kufur nikmat dan mencabar Allah.

"Dan ingatlah kalian ketika keadaan kalian sedikit, maka Dia memperbanyak kalian,"

Ingatlah di waktu dahulunya kalian asal mulanya berjumlah sedikit dan lemah, kemudian Allah menjadikan jumlah kalian ramai dan kuat. Dia menjadikan kalian berkumpul, memperbanyak rezeki kalian dan memperbanyak keturunan kalian. Maka ingatlah kalian akan nikmat Allah kepada kalian dalam hal tersebut.

"dan perhatikanlah bagaimana adanya kesudahan orang-orang yang membuat kerosakan."

Perhatikanlah nasib yang dialami oleh umat-umat terdahulu dan generasi-generasi di masa silam, serta azab dan pembalasan Allah yang menimpa mereka kerana mereka berani berbuat derhaka terhadap Allah dan mendustakan rasul-rasulNya.

Keadaan mereka yang sebelumnya bersatu menjadi berpecah belah, tempat tingalnya menjadi dijauhi manusia, tidak disebut kebaikannya, bahkan di dunia ini dilaknat dan di akhirat mendapat kehinaan dan terbongkarnya aib.

"87. Dan jika ada segolongan di antara kalian beriman dengan kitab yang aku diutus dengannya dan segolongan tidak beriman," 

Jika ada segolongan dari kalian beriman kepada ajaran yang aku diutus untuk menyampaikannya, dan ada segolongan yang tidak beriman,

"maka bersabarlah kalian sehingga Allah menetapkan hukum di antara kita," 

Tunggulah oleh kalian sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dia akan menyelamatkan yang benar dan membinasakan yang batil.

"dan Dia sebaik-baik hakim." 

Dia adalah Hakim yang terbaik, iaitu yang paling adil. Sesungguhnya Dia akan menjadikan kesudahan yang terpuji bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan orang-orang kafir mendapat kehancuran dan kebinasaan.

Akhir Juz ke 8.

Khamis, 26 Mac 2020

7:80-84 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 80-84.

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٨٠) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (٨١) وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (٨٢) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٨٣) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ (٨٤) 

Allah s.w.t. berfirman,

"80. Dan Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Apakah kalian datangi fahisyah tidak mendahului kalian dengannya seorang pun dari seluruh alam?""

Kami juga telah mengutus Lut kepada kaumnya. Lut adalah Ibnu Haran ibnu Azar, iaitu anak saudara lelaki Ibrahim Al Khalil a.s. Beliau telah beriman bersama Ibrahim a.s. dan hijrah ke tanah Syam bersamanya.

Kemudian Allah s.w.t. mengutus Lut a.s. kepada kaum Sodom dan daerah-daerah sekitarnya untuk menyeru mereka agar menyembah Allah s.w.t. saja, memerintahkan mengerjakan kebajikan, dan melarang mereka melakukan perbuatan mungkar.

Ingatlah ketika dia berkata kepada mereka, "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun di dunia ini sebelum kalian?"

Saat itu kaum Sodom tenggelam di dalam perbuatan-perbuatan yang berdosa, hal-hal yang diharamkan, serta perbuatan fahisyah yang mereka adakan sendiri dan belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan Bani Adam dan juga oleh lainnya; iaitu mendatangi jenis lelaki, bukannya jenis perempuan (homoseks).

Perbuatan ini merupakan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh Bani Adam, belum dikenal dan belum pernah terbetik dalam hati mereka untuk melakukannya selain penduduk Sodom. Tidak ada seorang lelaki pun yang menyetubuhi lelaki lain kecuali kaum Lut yang pertama-tama melakukannya. Semoga laknat Allah tetap menimpa mereka.

"81. Sesungguhnya kalian benar-benar mendatangi lelaki dengan syahwat dari selain perempuan." 

Sesungguhnya kalian telah melampiaskan syahwat kalian kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kalian enggan terhadap kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah buat kalian, lalu kalian beralih menyukai lelaki.

"Bahkan kalian kaum yang melampaui batas." 

Kalian benar-benar kaum yang melampaui batas, dari yang halal kepada yang haram. Hal ini merupakan perbuatan kalian yang melampaui batas dan suatu kebodohan kalian sendiri, kerana perbuatan seperti itu bererti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Para ahli tafsir mengatakan bahawa kaum lelaki mereka melampiaskan nafsunya kepada lelaki lain, sebahagian dari mereka kepada sebahagian yang lain. Begitu juga kaum wanitanya, sebahagian dari mereka merasa puas dengan sebahagian yang lainnya.

"82. Dan tidak ada jawaban kaumnya kecuali mereka berkata, "Keluarkanlah mereka dari negeri kalian, sesungguhnya mereka manusia yang menganggap dirinya suci.""

Jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, "Usirlah mereka (Lut dan pengikut-pengikutnya) dari negeri kalian ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci."

Mereka mencela Lut a.s. dan para pengikutnya tanpa alasan yang dibenarkan. Mereka mengatakan bahawa Lut a.s. dan para pengikutnya adalah orang-orang yang berpura-pura suci dari liang dubur lelaki dan liang dubur perempuan.

Mereka tidak menjawab tawaran Lut a.s. melainkan sebaliknya berniat mengusir dan membuang Beliau bersama-sama para pengikutnya dari kota mereka. Maka Allah mengeluarkan mereka dalam keadaan selamat dan membinasakan kaumnya di negerinya sendiri dalam keadaan terhina lagi tercela.

"83. Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya" 

Kemudian Kami selamatkan Lut dan pengikut-pengikutnya. Tidak ada seorang pun dari kaumnya yang beriman selain keluarga dan ahli baitnya sendiri. Allah memerintahkan Lut a.s. bersama pengikutnya pergi di malam hari meninggalkan negeri Sodom tersebut.

"kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal." 

Isterinya termasuk orang-orang yang dibinasakan. Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Lut a.s, bahkan dia tetap berpegang kepada agama kaumnya. Dialah yang memberitahukan kepada kaumnya perihal tetamu yang datang kepada Lut a.s. dengan bahasa isyarat yang hanya difahami oleh mereka.

Kerana itu, ketika Lut a.s. diperintahkan agar memberangkatkan keluarganya di malam hari, Allah memberitahukan kepadanya bahawa janganlah Lut a.s. memberitahukan keberangkatannya kepada isterinya dan janganlah membawa serta isterinya keluar dari negeri itu. Allah menjungkir balikkan negeri itu.

"84. Dan Kami hujani atas mereka hujan, maka perhatikanlah bagaimana adanya kesudahan orang-orang yang berdosa." 

Kami hujani mereka dengan hujan batu, iaitu batu dari tanah-tanah yang keras dan terbakar. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat dosa itu. Lihatlah hai Muhammad, bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang berani berbuat derhaka terhadap Allah s.w.t. dan mendustakan rasul-rasulNya.

Imam Abu Hanifah berpendapat bahawa orang yang melakukan homoseks hukumannya ialah dilemparkan dari ketinggian, kemudian disusul dengan lemparan-lemparan batu, seperti yang dilakukan terhadap kaum Lut a.s. Ulama lainnya berpendapat bahawa pelaku homoseks dikenai hukuman rajam, baik dia telah muhsan ataupun belum.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Barang siapa yang kalian jumpai sedang melakukan perbuatan kaum Lut, maka bunuhlah pelaku dan yang dikerjainya."

Sedangkan menurut ulama yang lain, pelakunya dikenai hukuman yang sama seperti hukuman berbuat zina. Jika dia seorang yang telah muhsan, maka dikenai hukuman rajam; dan jika dia adalah orang yang belum muhsan, maka dikenai hukuman seratus kali dera. Pendapat ini merupakan qaul (pendapat) yang lain dari Imam Syafii.

Adapun mengenai perbuatan mendatangi wanita pada liang duburnya dinamakan lutiyatus sugra (perbuatan kaum Lut yang kecil), hukumnya haram menurut ijmak ulama.

Isnin, 9 Mac 2020

7:73-79 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 73-79.

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٧٣) وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الأرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ (٧٤) قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ (٧٥) قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ (٧٦) فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (٧٧) فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (٧٨) فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ (٧٩) 

Allah s.w.t. berfirman,

"73. Dan kepada kaum Samud saudara mereka Saleh." 

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kabilah Samud saudara mereka, Saleh. Nasab kaum Samud ialah Samud ibnu Asir ibnu Iram ibnu Sam ibnu Nuh. Dia adalah saudara lelaki Jadis ibnu Asir, begitu juga kabilah Tasm.

Mereka semuanya adalah kabilah-kabilah dari kalangan bangsa Arabul Aribah sebelum Nabi Ibrahim a.s. Kaum Samud ada sesudah kaum 'Ad, tempat tinggal mereka terkenal, iaitu terletak di antara Hijaz dan negeri Syam serta Wadil Qura dan daerah sekitarnya.

"Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada bagi kalian Tuhan selain Dia.""

Saleh a.s. berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan sembahan bagi kalian selain Dia." Semua utusan Allah menyerukan untuk menyembah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.

"Sungguh telah datang kepada kalian bukti nyata dari Tuhan kalian.""

Sesungguhnya telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian yang menunjukkan kebenaranku. Sebelumnya mereka meminta bukti kepada Saleh a.s. untuk mendatangkan mukjizat, maka Allah s.w.t. mendatangkan unta betina itu.

"Ini unta betina Allah bagi kalian sebagai suatu tanda, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kalian mengganggunya dengan keburukan, maka akan menimpa kalian azab yang pedih."

Ini seekor unta betina dari Allah sebagai tanda untuk kalian. Maka biarkanlah ia makan di bumi Allah, kalian tidak perlu memberinya makan. Janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apa pun, iaitu janganlah ia disakiti, dipukul atau disembelih. Nanti akibatnya kalian akan mendapatkan siksaan yang pedih.

"74. Dan ingatlah kalian ketika Dia menjadikan kalian pengganti-pengganti setelah kaum 'Ad dan Dia tempatkan kalian di bumi."

Ingatlah oleh kalian di waktu Allah menjadikan kalian pengganti-pengganti yang berkuasa sesudah kaum 'Ad yang dibinasakan Allah dan memberikan tempat bagi kalian di bumi.

"Kalian menjadikan dari tanah datarnya istana-istana dan kalian pahat bukit-bukit menjadi rumah."

Kalian dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar yang kalian tempati di musim panas dan kalian pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah yang kalian tempati di musim dingin.

"Maka ingatlah kalian nikmat-nikmat Allah, dan janganlah kalian melampaui batas di bumi orang-orang yang membuat kerosakan."

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan apa yang diberikanNya kepada kalian berupa kurnia, rezeki dan kekuatan. Janganlah kalian membuat kerosakan di bumi dengan merosaknya dan berbuat maksiat.

"75. Berkata pemuka-pemuka orang-orang yang menyombongkan diri dari kaumnya kepada orang-orang yang dianggap lemah, kepada orang yang beriman di antara mereka, "Apakah kalian mengetahui bahawasanya Saleh menjadi rasul dari Tuhannya.""

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, iaitu yang telah beriman di antara mereka, "Tahukah kalian bahawa Saleh diutus menjadi rasul oleh Tuhannya?”

"Mereka berkata, "Sungguh kami dengan apa yang diutus dengannya orang-orang yang beriman.""

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami percaya kepada wahyu yang Saleh diutus untuk menyampaikannya." Iaitu mengajak kepada tauhid, apa yang diberitakannya, perintahnya dan larangannya kami benarkan.

"76. Berkata orang-orang yang menyombongkan diri, "Sungguh kami dengan apa yang kalian beriman dengannya ingkar.""

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.”

Unta betina memiliki hari untuk meminum air sumur, dan mereka (kaum Samud) pun sama memiliki hari untuk mengambil air sumur, kemudian lama-kelamaan mereka pun bosan, dan menyembelih unta tersebut. Ada yang mengatakan, bahawa yang menyembelihnya adalah Qudar bin Salif atas perintah mereka.

"77. Maka mereka menyembelih unta betina, dan mereka derhaka dari perintah Tuhan mereka." 

Kemudian mereka sembelih unta betina itu. Perbuatan membunuh unta itu disandarkan kepada keseluruhan kabilah, maka hal ini menunjukkan bahawa mereka semuanya setuju dengan perbuatannya. Mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan mereka.

"Dan mereka berkata, "Wahai Saleh, datangkanlah kepada kami dengan apa yang kamu ancamkan pada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang diutus.""

Mereka berkata, "Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar kamu salah seorang rasul.” Saleh a.s. berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

"78. Maka menimpa mereka gempa, maka mereka menjadi dalam rumah mereka orang-orang yang bergelimpangan." 

Kerana itu mereka ditimpa gempa dan suara keras dari langit, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di atas lutut mereka di dalam reruntuhan rumah mereka.

"79. Maka berpaling dari mereka dan berkata, "Wahai kaumku, sungguh aku telah sampaikan pada kalian risalah Tuhanku,""

Kemudian Saleh a.s. pergi meninggalkan mereka sambi berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepada kalian."

"dan aku telah beri nasihat kepada kalian, akan tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat."

Aku telah memberi nasihat kepada kalian. Akan tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat. Kalian tidak mahu mengambil manfaat apa yang telah aku sampaikan kepada kalian, kerana memang kalian tidak menyukai perkara yang hak dan tidak mahu menuruti nasihat.

Ungkapan ini merupakan kecaman dari Nabi Saleh a.s. terhadap kaumnya setelah Allah memusnahkan mereka kerana menentangnya, membangkang terhadap perintah Allah, serta takabur tidak mahu menerima kebenaran, dan berpaling dari petunjuk menuju kepada kebutaan.

Beliau mengatakan demikian kepada mereka setelah mereka dibinasakan sebagai kecaman dan cemuhan, kerana mereka memang mendengarnya.

Menurut sebahagian ahli tafsir, setiap nabi yang umatnya dibinasakan, nabinya pergi dari tempat kaumnya, lalu bermukim di tanah suci Mekah.

Khamis, 20 Februari 2020

7:65-72 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 65-72.

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ (٦٥) قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (٦٦) قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦٧) أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ (٦٨) أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٦٩) قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٧٠) قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ (٧١) فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ (٧٢) 

Allah s.w.t. berfirman,

"65. Dan kepada 'Ad saudara mereka Hud. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada bagi kalian Tuhan selain Dia. Maka apakah kalian tidak bertakwa?""

Allah s.w.t. telah mengutus kepada kaum 'Ad saudara mereka Hud a.s. Beliau berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan sembahan bagi kalian selain dariNya. Maka mengapa kalian tidak bertakwa?"

"66. Berkata pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya, "Sungguh kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sungguh kami anggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.""

Al mala’ bermaksud pembesar dan pemuka dari kalangan suatu kaum. Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya yang menolak dakwah Hud a.s. dan mencela pandangannya berkata,

"Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang orang yang berdusta."

Padahal yang sebenarnya kurang waras adalah orang-orang yang menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat apa-apa berupa batu dan pepohonan, bahkan lebih lemah daripada penyembahnya.

"67. Dia berkata, "Wahai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal, akan tetapi aku Rasul dari Tuhan seluruh alam.""

Hud a.s. menjawab, "Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam." iaitu aku tidaklah seperti apa yang kalian sangka, bahkan aku datang kepada kalian untuk menyampaikan perkara yang hak dari Allah Yang Menciptakan segala sesuatu, Dia adalah Tuhan segala sesuatu dan Yang Memilikinya.

"68. Aku sampaikan pada kalian risalah Tuhanku dan aku bagi kalian pemberi nasihat yang dapat dipercaya." 

Aku menyampaikan kepada kalian amanat Tuhanku dan pemberi nasihat yang terpercaya kepada kalian. Oleh kerana itu, kewajiban kalian adalah menerimanya, tunduk dan taat kepada Allah Rabbul ‘alamin.

Hal yang disebutkan dalam ayat ini merupakan sifat-sifat yang dimiliki oleh semua rasul, iaitu menyampaikan risalah Allah, memberi nasihat, dan dipercaya.

"69. Apakah kalian hairan bahawasanya telah datang pada kalian peringatan dari Tuhan kalian atas seorang lelaki di antara kalian untuk memberi kalian peringatan?" 

Adakah kalian tidak percaya dan hairan bahawa datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian yang dibawa oleh seorang lelaki dari kalangan kalian sendiri untuk memberi peringatan kepada kalian?

Iaitu, janganlah kalian hairan bila Allah mengirimkan kepada kalian seorang utusan dari kalangan kalian untuk memberi peringatan kepada kalian akan hari-hari Allah yang pada hari itu kalian menghadap kepadaNya. Mengapa kalian tidak bersyukur kepada Allah atas kurnia ini?

"Dan ingatlah kalian ketika Dia jadikan kalian pengganti-pengganti setelah kaum Nuh" 

Ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti yang berkuasa sesudah lenyapnya kaum Nuh. Iaitu ingatlah oleh kalian akan nikmat Allah kepada kalian kerana Dia telah menjadikan dari keturunan Nuh yang berkat doanya Allah membinasakan seluruh penduduk bumi, sebab mereka menentangnya dan mendustakannya.

Allah membinasakan mereka, dan membiarkan kalian untuk melihat apa yang kalian kerjakan, dan berhati-hatilah jika kalian sama mendustakan seperti mereka, Dia akan menimpakan azab kepada kalian sebagaimana kepada mereka.

"dan Dia tambahkan kalian dalam penciptaan kekuatan."

Allah juga telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakan kalian daripada kaum Nuh itu. Iaitu Dia menjadikan tubuh mereka sangat tinggi dan sangat kuat perawakannya lebih daripada manusia sejenis mereka.

"Maka ingatlah kalian nikmat-nikmat Allah agar kalian beruntung."

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan kurniaNya kepada kalian supaya kalian mendapat keberuntungan.

Pujilah Allah dan bersyukurlah kepadaNya kerana Dia memberi tempat kepada kalian di bumi, menjadikan kalian sebagai khalifah-khalifah terhadap umat-umat yang binasa kerana mendustakan rasul.

Tetapi mereka membangkang, tidak percaya dan ingkar terhadap Hud a.s.

"70. Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami agar kami menyembah Allah semata dan tinggalkan apa yang ia telah menyembah bapa-bapa kami?""

Adakah kedatanganmu kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami?

"Maka datangkan pada kami dengan apa yang kamu ancamkan pada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.""

Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.

Kaum Nabi Hud adalah kaum penyembah berhala-berhala. Di antaranya ada berhala yang diberi nama Samad, ada yang diberi nama Sumud, dan yang lainnya lagi diberi nama Al Hana.

"71. Dia berkata, "Sungguh akan menimpa atas kalian dari Tuhan kalian azab dan kemurkaan.""

Hud a.s. menjawab, "Sungguh azab dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kalian." Demikian itu kerana sebab-sebabnya telah ada. Azab dari Tuhan kalian telah pasti akan menimpa kepada kalian disebabkan ucapan kalian itu.

"Apakah kalian mendebatku tentang nama-nama yang kalian membuat-buatnya kalian dan bapa-bapa kalian?" 

Adakah kalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama berhala yang kalian dan nenek moyang kalian menamakannya sendiri?

Iaitu adakah kalian membantahku sehubungan dengan kebatilan berhala-berhala yang diberi nama oleh kalian dan nenek moyang kalian sebagai tuhan-tuhan yang kalian sembah?

"padahal tidaklah Allah turunkan dengannya keterangan apa pun."

Padahal berhala-berhala itu tidak dapat menimpakan bahaya, tidak pula memberikan manfaat, dan Allah tidak pernah menjadikan dalil atau hujah bagi kalian untuk menyembah berhala-berhala itu.

Jika hal itu benar, tentu Allah akan menurunkan keterangan. Oleh kerana Allah tidak menurunkan keterangan, maka yang demikian menunjukkan bahawa hal itu tidak benar.

"Maka tunggulah kalian, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk yang menunggu."

Maka tunggulah kalian azab itu, sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kalian.

Maka Allah mengirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya, kecuali dijadikannya seperti serbuk, sehingga tidak ada yang terlihat lagi selain tempat tinggal mereka.

Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang telah mendapat peringatan, tetapi mereka menolaknya.

"72. Maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersama dia dengan rahmat dari Kami, dan Kami binasakan semua orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tidaklah mereka beriman."

Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman.

Rabu, 5 Februari 2020

7:57-64 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 57-64.

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (٥٧) وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لا يَخْرُجُ إِلا نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ (٥٨) لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (٥٩) قَالَ الْمَلأ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٦٠) قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلالَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦١) أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٦٢) أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (٦٣) فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ (٦٤)

Allah s.w.t. berfirman mengingatkan kepada hamba-hambaNya,

"57. Dan Dia yang mengirim angin sebagai khabar gembira sebelum rahmatNya," 

Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira mendahului atau sebelum kedatangan rahmatNya, iaitu angin yang bertiup menyebar membawa awan yang mengandung hujan.

"sehingga apabila ia membawa awan yang tebal" 

Sehingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, iaitu angin tersebut membawa awan yang mengandung air hujan yang ciri khasnya gelap kerana berat, penuh dengan air, dan tidak jauh dari permukaan bumi.

"Kami menghalaunya ke negeri yang mati," 

Kami halau ke suatu daerah yang kering dan tandus tidak ada tanam-tanamannya, untuk dihidupkannya, di mana sebelumnya haiwan-haiwannya hampir binasa dan penduduknya hampir berputus asa dari rahmat Allah.

"maka Kami turunkan dengannya air. Maka Kami keluarkan dengannya dari berbagai buah-buahan."

Lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan.

"Demikianlah Kami keluarkan yang mati supaya kalian mengambil pelajaran."

Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. Mudah-mudahan kalian mengambil pelajaran, sehingga kalian beriman.

Iaitu sebagaimana Kami hidupkan tanah yang mati dengan ditumbuhnya pohon-pohon, seperti itulah Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dari kubur-kubur mereka setelah sebelumnya mereka sebagai tulang belulang.

Di hari kiamat nanti Allah menurunkan hujan dari langit, hujan itu menyirami bumi selama empat puluh hari. Maka tumbuhlah dari bumi semua jasad dari kuburnya masing-masing seperti tumbuhnya bebijian dari dalam tanah.

Oleh kerana itu, orang yang mengingkari kebangkitan padahal dia melihat sesuatu yang semisalnya, sama saja orang yang memang keras kepala, dan sama saja mengingkari hal yang dapat dirasakan. Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk memikirkan nikmat-nikmat Allah, melihatnya dengan mengambil pelajaran, tidak dengan hati yang lalai dan kurang peduli.

"58. Dan negeri yang baik, tumbuh tanam-tanamannya dengan izin Tuhannya."

Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan cepat dan subur dengan izin Allah. Seperti inilah perumpamaan orang-orang mukmin yang mendengarkan nasihat, lalu dia mengambil manfaat daripadanya.

"Dan yang buruk, tidak tumbuh kecuali merana."

Tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana, iaitu susah untuk tumbuh, seperti tanah yang belum digarap dan belum sedia untuk ditanami, serta tanah lainnya yang tidak dapat ditanami. Seperti inilah perumpamaan orang-orang kafir.

"Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum bersyukur." 

Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur.

"59. Sungguh Kami utus Nuh kepada kaumnya,"

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Jarak waktu antara Adam a.s. sampai kepada Nuh a.s. adalah sepuluh abad (iaitu sepuluh generasi), semuanya memeluk agama Islam.

Pada mulanya berhala-berhala disembah ialah kerana di masa lalu ada suatu kaum yang soleh meninggal dunia. Kemudian kaum mereka membangun masjid-masjid di atas kuburan mereka dan membuat gambar-gambar mereka di dalamnya untuk mengingatkan orang-orang akan tingkah laku dan ibadah mereka, dengan tujuan agar kaum mereka meniru jejak mereka.

Tetapi setelah zaman berlalu cukup lama, mereka (kaumnya) membuat patung-patung dalam bentuk gambar-gambar tersebut. Setelah berlalunya masa yang cukup lama lagi, maka mereka mulai menyembah patung-patung tersebut dan menamakannya dengan nama orang-orang soleh itu, seperti Wad, Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr.

Setelah hal tersebut kian parah, Allah s.w.t. mengutus Nabi Nuh a.s. Nabi Nuh a.s. memerintahkan kepada mereka agar menyembah Allah semata, tiada sekutu bagiNya.

"maka dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian Tuhan selainNya.""

Lalu Nuh a.s. berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan (sembahan) bagi kalian selainNya.”

"Sesungguhnya aku takut atas kalian azab hari yang besar. "

Sesungguhnya kalau kalian tidak menyembah Allah dan kalian menyembah selainNya, aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar dan dahsyat (kiamat) apabila kalian dihadapkan kepada Allah, sedangkan kalian dalam keadaan musyrik (mempersekutukanNya).

Hal ini menunjukkan bahawa para nabi sangat sayang kepada kaumnya dan menginginkan kebaikan didapatkan mereka.

"60. Berkata pemuka-pemuka dari kaumnya, "Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam kesesatan yang nyata."

Mala' bermaksud para pemuka, pemimpin dan pembesar dari kalangan mereka. Pemuka-pemuka kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”

Iaitu ajakan dan seruanmu yang ditujukan kepada kami agar kami meninggalkan penyembahan berhala-berhala ini yang kami jumpai nenek moyang kami melakukannya. Memang demikianlah keadaan orang-orang yang derhaka. Sesungguhnya mereka memandang orang-orang yang bertakwa hanya berada dalam kesesatan.

"61. Dia berkata, "Wahai kaumku, tidak ada padaku kesesatan, akan tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam.""

Nuh a.s. menjawab, "Wahai kaumku! Aku bukanlah orang yang sesat; tetapi aku ini seorang utusan dari Tuhan seluruh alam." Iaitu Tuhan segala sesuatu dan yang memiliki kesemuanya.

"62. Aku sampaikan pada kalian risalah-risalah Tuhanku dan aku menasihatkan bagi kalian" 

Aku menyampaikan kepada kalian amanat Tuhanku, memberi nasihat kepada kalian, iaitu menginginkan kebaikan untuk kalian.

"dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui." 

Maksudnya, bahawa aku diberitakan hal-hal yang ghaib, yang tidak dapat diketahui kecuali dengan jalan wahyu dari Allah s.w.t.

Memang demikianlah tugas yang diemban oleh seorang rasul, iaitu dia menyampaikan risalah Allah dengan bahasa yang fasih, menasihati kaumnya, dan dia mengetahui Allah. Tiada seorang pun dari makhluk Allah yang mempunyai sifat-sifat seperti itu selain para rasul.

"63. Apakah kalian hairan bahawasanya telah datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian atas seorang lelaki di antara kalian untuk memperingatkan kalian dan supaya kalian bertakwa, agar kalian diberi rahmat." 

Adakah kalian tidak percaya bahawa datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian dengan perantaraan seorang lelaki dari kalangan kalian sendiri, untuk memberi peringatan kepada kalian berupa azab jika kalian tidak beriman.

Janganlah kalian hairan akan hal ini, bahkan hal ini merupakan rahmat bagi kalian, belas kasihan dari Allah, dan kebaikanNya kepada kalian. Utusan itu ditugaskanNya agar memberikan peringatan kepada kalian supaya kalian takut kepada pembalasan Allah dan supaya kalian tidak mempersekutukanNya. Mudah-mudahan kalian bertakwa dan supaya kalian mendapat rahmat.

"64. Maka mereka mendustakannya," 

Maka mereka mendustakan Nuh a.s. Mereka berlarut-larut dalam mendustakan dan menentangnya, dan tidak ada yang beriman dari kalangan kaumnya kecuali hanya sedikit orang.

"maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam perahu" 

Al fulk bermaksud kapal laut atau bahtera. Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal, iaitu kapal yang diperintahkan Allah untuk dibuat oleh Nuh a.s.

"dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka, mereka kaum buta."

Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dengan banjir besar. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta mata hatinya. Iaitu buta terhadap perkara yang hak, mereka tidak dapat melihatnya dan tidak dapat beroleh petunjuk ke arahnya.

Allah s.w.t. akan membela kekasih-kekasihNya dari musuh-musuh mereka, menyelamatkan rasulNya serta orang-orang yang beriman, dan membinasakan musuh-musuh mereka dari kalangan orang-orang kafir.

Demikianlah Sunnatullah untuk hamba-hambaNya di dunia dan akhirat, iaitu bahawa pada akhirnya akibat yang terpuji hanyalah diraih oleh orang-orang yang bertakwa, dan keberuntungan serta kemenangan hanya diperoleh mereka.

Ahad, 19 Januari 2020

7:54-56 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 54-56.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤) ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (٥٥) وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦) 

Allah s.w.t. berfirman,

"54. Sesungguhnya Tuhan kalian Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari," 

Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini, termasuk langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari atau masa, iaitu Ahad, Isnin, Selasa, Rabu, Khamis dan Jumaat. Pada hari Jumaat semua makhluk kelak dihimpunkan, dan pada hari Jumaat juga Allah menciptakan Adam a.s.

Menurut sebahagian ulama, hari di sini seperti hari-hari di dunia, iaitu sama dengan hari-hari kita sekarang, seperti yang kita fahami dengan mudah. Ada yang mengatakan bahawa setiap hari adalah yang lamanya sama dengan seribu tahun.

Allah s.w.t. sesungguhnya mampu menciptakan dalam sekelip mata, akan tetapi Dia menghubungkan akibat dengan sebabnya sebagaimana yang dikehendaki oleh hikmahNya.

Adapun mengenai hari Sabtu, tidak terjadi padanya suatu penciptaan pun, kerana hari Sabtu adalah hari yang ketujuh. Kerana itulah hari ini dinamakan hari Sabtu, yang ertinya putus.

"kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy."

Lalu Dia beristiwa, bersemayam atau berkuasa di atas 'Arasy. Bersemayam di atas 'Arasy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan keagunganNya. ‘Arasy adalah makhluk Allah yang paling besar, yang merupakan atap seluruh makhluk, dan makhluk yang paling tinggi, dan Allah berada di atas ‘Arasy.

"Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat," 

Dia menutupkan malam kepada siang, iaitu menghilangkan cahaya siang hari dengan gelapnya malam hari, sehingga bumi yang sebelumnya terang menjadi gelap dan manusia dapat beristirahat.

Yang mengikutinya dengan cepat bermaksud masing-masing dari keduanya mengikuti yang lainnya dengan cepat dan tidak terlambat, setiap kali malam tiba, maka siang pun pergi, dan setiap kali siang tiba, maka malam pun pergi.

"Dan matahari, dan bulan, dan bintang-bintang tunduk dengan perintahNya." 

DiciptakanNya juga matahari, bulan dan bintang-bintang. Besarnya makhluk tersebut menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah. Keteraturan dan kerapiannya menunjukkan sempurnanya kebijaksanaan Allah. Manfaat dan maslahat yang diperoleh daripadanya menunjukkan luasnya rahmat Allah dan ilmuNya, dan bahawa Dia adalah Tuhan yang berhak disembah satu-satunya.

Masing-masing tunduk kepada perintahNya, tunduk di bawah pengaturanNya dan tunduk di bawah kehendakNya. Dia memerintahkan mereka, lalu mereka semua taat.

"Ingatlah! BagiNya penciptaan dan perintah."

Menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Hanya Dialah yang berhak menguasai dan mengatur semuanya. Segala ciptaan termasuk hukum-hukum kauni qadariy (ketetapanNya di alam semesta) dan urusan termasuk hukum-hukum syar’i (perintah dan larangan dalam agama) dan hukum-hukum jaza’i (pembalasan terhadap amalan) yang dilakukan di akhirat, semuanya menjadi hakNya.

"Mahasuci Allah Tuhan semesta alam." 

Maha Agung, Maha Tinggi dan Maha banyak kebaikan dan ihsanNya. Setiap berkah yang ada di alam semesta merupakan atsar (pengaruh) rahmatNya.

Allah s.w.t. memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya agar mereka berdoa memohon kepadaNya untuk kebaikan urusan dunia dan akhirat mereka.

"55. Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan rendah diri dan suara lembut."

Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan tadharru', iaitu berendah diri dan tenang dalam ketaatan kepadaNya, dan dengan khufyah, iaitu dengan hati yang khusyuk, penuh keyakinan kepada Keesaan dan KekuasaanNya terhadap semua yang ada antara kalian dan Dia, suara yang lembut atau pelan, bukan dengan suara yang keras untuk pamer atau yang dikhuatirkan timbul riya’ daripadanya.

Di dalam sebuah hadis diceritakan bahawa suara orang ramai terdengar keras saat mengucapkan doanya. Maka Rasulullah s.a.w. bersabda, "Hai manusia, tenangkanlah diri kalian, kerana sesungguhnya kalian bukanlah menyeru yang tuli dan bukan juga yang ghaib, sesungguhnya Tuhan yang kalian seru itu Maha Mendengar lagi Mahadekat."

"Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Di antaranya adalah melampaui batas tentang sesuatu yang diminta (seperti meminta sesuatu yang tidak sesuai baginya), berlebihan dalam meminta, melampaui batas dalam cara meminta, keras-keras dalam berdoa dan sebagainya.

"56. Dan janganlah kalian membuat kerosakan di atas bumi setelah memperbaikinya" 

Janganlah kalian membuat kerosakan di muka bumi dan hal-hal yang membahayakan kelestariannya dengan syirik dan kemaksiatan sesudah Allah memperbaikinya dengan mengutus para rasul.

Sesungguhnya apabila segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kelestariannya, kemudian dirosakkan, hal tersebut akan membahayakan semua hamba Allah. Maka Allah s.w.t. melarang hal tersebut, dan memerintahkan untuk menyembahNya, berdoa kepadaNya, berendah diri dan memohon belas kasihanNya.

"dan berdoalah kalian kepadaNya dengan rasa takut dan penuh pengharapan."

Berdoalah kepadaNya dengan rasa takut terhadap siksaan yang ada di sisiNya, takut jika ditolak dan takut tidak akan diterima. Berdoalah dengan penuh harap terhadap rahmatNya, harap kepada pahala berlimpah yang ada di sisiNya, harap agar diterima dan harap akan dikabulkan.

Seseorang yang berdoa hendaknya tidak merasa ujub dengan dirinya, menempatkan dirinya melebihi kedudukannya, dan berdoa dengan hati yang lalai lagi lengah. Ini semua termasuk ihsan dalam berdoa, kerana ihsan dalam beribadah bererti melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan sempurna.

"Sesungguhnya rahmat Allah dekat dari orang-orang yang berbuat baik." 

Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat atau sentiasa menuju kepada orang-orang yang berbuat kebaikan, iaitu mereka yang mengikuti perintah-perintahNya, menjauhi larangan-laranganNya, yang berbuat ihsan dalam ibadahnya dan berbuat ihsan terhadap orang lain.

Jika seorang hamba banyak berbuat ihsan, maka semakin dekatlah dia dengan rahmat Allah. Disebutkan kata “qarib” (dekat) dengan bentuk mudzakkar sebagai khabar dari rahmat Allah, kerana disandarkan rahmat tersebut kepada Allah, atau kerana rahmat tersebut bererti pahala.

Jumaat, 27 Disember 2019

7:52-53 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 52-53.

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (٥٢) هَلْ يَنْظُرُونَ إِلا تَأْوِيلَهُ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (٥٣) 

Setelah Allah s.w.t. menceritakan tentang akibat yang orang-orang kafir alami, iaitu kerugian di akhirat, maka Allah mematahkan alasan mereka di dunia, iaitu bahawa Dia telah mengutus para rasulNya, juga telah menurunkan KitabNya.

Allah s.w.t. berfirman menceritakan tentang alasan mengapa Dia mengutus para rasul. Hal ini diungkapkan melalui Al Qur'an yang disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. Al Qur'an itu merupakan kitab yang terinci lagi jelas.

"52. Dan sungguh Kami datangkan pada mereka dengan sebuah kitab Kami menjelaskannya atas ilmu;"

Padahal sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab, iaitu Al Qur'an kepada mereka, yang Kami telah jelaskan semua tuntutan yang memang diperlukan makhluk, atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemaslahatan bagi hamba-hamba Kami di dunia dan akhirat. Semua rincian yang ada padanya berdasarkan pengetahuan Kami.

"sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum beriman."

Ia menjadi petunjuk agar orang-orang yang beriman tidak tersesat, dan menjadi rahmat, iaitu kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi mereka.

"53. Tidaklah mereka menunggu-nunggu kecuali kebenaran."

Takwil dalam ayat ini bermaksud kebenaran. Ada yang mengatakan balasan atau pahalanya. Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali bukti atau terlaksananya kebenaran Al Qur'an itu, iaitu azab, pembalasan, syurga dan neraka yang telah dijanjikan kepada mereka.

Takwil Al Qur'an masih terus akan berlanjut hingga hari hisab (perhitungan amal) selesai, ahli syurga telah masuk syurga, dan ahli neraka telah masuk neraka. Maka pada saat itu sempurnalah takwil Al Qur'an.

"Pada hari datang bukti kebenarannya, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelumnya,"

Pada hari datangnya bukti kebenaran pemberitaan Al Qur’an itu, iaitu pada hari kiamat, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya, tidak mahu beramal untuk menyambut hari kiamat sebagaimana yang digariskan oleh Al Quran, tidak mahu beriman dan mereka dengan sengaja melupakannya ketika hidup di dunia berkatalah,

"Sungguh telah datang rasul-rasul Tuhan kami dengan hak, maka apakah kami mempunyai ada pemberi syafaat kepada kami?"

Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi pertolongan bagi kami, untuk menyelamatkan kami dari nasib yang menimpa kami sekarang ini?

"atau kami dikembalikan lalu kami beramal selain yang kami dahulu lakukan?”

Atau dapatkah kami dikembalikan ke dalam kehidupan di dunia supaya kami dapat beramal tidak seperti yang pernah kami amalkan dahulu? Jika sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulangi perbuatan yang dilarang itu, dan mereka hanya berdusta.

"Sungguh mereka merugikan diri mereka"

Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan kerugian ini tidak dapat ditutupi lagi. Demikian itu kerana pada akhirnya mereka dimasukkan ke dalam neraka dan mereka kekal di dalamnya.

"dan telah lenyap dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan."

Telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang dahulu mereka ada-adakan dan mereka sembah selain Allah. Apa yang mereka angan-angankan dan yang dijanjikan syaitan kepada mereka dahulu hilang lenyap dari mereka.

Sembahan-sembahan mereka tidak dapat memberikan syafaat kepada mereka, tidak dapat menolong mereka, dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab yang mereka alami.

Sabtu, 7 Disember 2019

7:46-51 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 46-51.

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الأعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلا بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ (٤٦) وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (٤٧) وَنَادَى أَصْحَابُ الأعْرَافِ رِجَالا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَى عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ (٤٨) أَهَؤُلاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ (٤٩) وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ (٥٠) الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ (٥١)

Setelah Allah s.w.t. menyebutkan pembicaraan ahli syurga dengan ahli neraka, lalu Allah berfirman mengingatkan,

"46. Dan di antara keduanya hijab;"

Di antara penghuni syurga dan neraka ada hijab, iaitu dinding, batas, tabir, tanah atau tembok tinggi, yang juga disebut A'raf. Ia terletak tinggi di atas kedua golongan (penghuni syurga dan neraka).

"dan diatas A'raf ada beberapa orang lelaki mereka mengenal masing-masing dengan tanda-tanda mereka."

Dinamakan A'raf kerana para penduduknya mengenal semua orang. Di atas A'raf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan, iaitu penghuni syurga dan neraka dengan tanda-tanda mereka.

Allah menempatkan mereka pada kedudukan tersebut agar mereka mengenal orang-orang yang berada di syurga dan orang-orang yang berada di neraka.

Mereka mengenal ahli syurga melalui wajahnya yang putih-putih lagi bercahaya, sedangkan ahli neraka melalui wajahnya yang hitam legam.

Penghuni A'raf adalah kaum yang sama atau seimbang kebaikan dan keburukannya, sehingga amal keburukannya mencegahnya untuk masuk syurga, sedangkan amal kebaikannya menahannya hingga tidak masuk neraka.

Kerana itu mereka diberhentikan di atas tembok yang tinggi itu untuk menunggu apa yang diputuskan oleh Allah kepada mereka. Mereka tinggal beberapa lama yang dikehendaki Allah di atas A’raf.

Namun kemudian Allah memasukkan mereka ke dalam syurga kerana rahmatNya, di mana rahmatNya mengalahkan kemurkaanNya.

Hakim meriwayatkan dari Huzaifah, dia berkata, “Ketika mereka (penghuni A’raf) dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Tuhan mereka muncul dan berfirman, “Bangunlah! Masuklah kalian ke syurga. Sungguh, Aku telah mengampuni kalian.”

"Dan mereka menyeru kepada penghuni syurga bahawa, "Salamun alaikum."" 

Penduduk A'raf mengucapkan salam penghormatan kepada penduduk syurga, "Salaamun 'alaikum" (Salam sejahtera bagimu atau kesejahteraan atas kalian).

"Mereka belum memasukinya, dan mereka mengharapkan."

Mereka belum lagi dapat memasukinya, sedangkan mereka ingin segera memasukinya. Kedudukan mereka itu membuat mereka mempunyai keinginan tersebut. Tidak sekali-kali keinginan itu timbul dalam hati mereka melainkan kerana kemuliaan yang dikehendaki oleh Allah buat mereka. Mereka akan segera memasukinya, Insha'Allah.

"47. Dan apabila dipalingkan pandangan mereka menemui penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama kaum yang zalim."

Apabila penduduk A'raf melayangkan pandangannya ke arah ahli neraka dan mereka mengenalnya, mereka melihat pemandangan yang mengerikan. Mereka melihat wajah penduduk neraka yang hitam legam dan mata mereka membiru.

Kemudian mereka meminta perlindungan kepada Allah agar Dia tidak menempatkan mereka bersama-sama orang-orang yang zalim itu. Tetapi apabila pandangan mereka beralih kepada ahli syurga, maka perasaan takut tersebut hilang dari mereka.

"48. Dan menyeru penghuni A'raf beberapa orang lelaki mereka mengenalnya dengan tanda-tanda mereka, mereka berkata, "Tidaklah mencukupi dari kalian harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan.”" 

Orang-orang yang di atas A'raf memanggil orang-orang dari kalangan penghuni neraka, iaitu beberapa orang pemuka orang kafir atau musyrik, yang mereka kenal dengan tanda-tandanya, sambil mengecam mereka, "Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang selalu kalian sombongkan itu tidaklah memberi manfaat kepada kalian.”

Iaitu banyaknya harta kalian dan besarnya golongan kalian tidak memberi manfaat sedikit pun kepada diri kalian, bahkan kalian pasti akan mengalami azab Allah dan pembalasanNya seperti yang kalian rasakan sekarang.

Penghuni A’raf berkata demikian kepada mereka saat melihat masing-masing mereka diazab tanpa ada yang menolong dan melindungi. Mereka ketika di dunia memiliki kebesaran, kemuliaan, harta dan anak, dan semua itu tidak bermanfaat apa-apa.

Penghuni A'raf bertanya kepada penghuni neraka,

"49. Inikah orang-orang yang kalian bersumpah Allah tidak menerima mereka dengan rahmat?” 

Itukah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahawa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah? Iaitu penghuni syurga ketika di dunia keadaannya fakir lagi lemah, lalu diejek, dihina dan dianggap rendah oleh penghuni neraka.

Bahkan mereka ujub terhadap diri mereka sendiri dan sampai bersumpah bahawa rahmat Allah tidak mungkin diberikan kepada penghuni syurga. Ada yang mengatakan bahawa yang dimaksudkan adalah penduduk A'raf.

Akan dikatakan sebagai penghormatan dan pemuliaan terhadap kaum mukmin atau lemah tersebut,

"Masuklah kalian ke dalam syurga, tidak ada rasa takut atas kalian dan kalian tidak merasa sedih."

Masuklah kalian ke dalam syurga, tidak ada kekhuatiran terhadap kalian dan tidak juga kalian bersedih hati terhadap hal yang telah luput, bahkan kalian akan mendapat keamanan, ketenteraman dan bergembira dengan segala kebaikan.

Allah s.w.t. berfirman menceritakan perihal kehinaan ahli neraka dan permintaan mereka kepada ahli syurga,

"50. Dan menyeru para penghuni neraka para penghuni syurga, agar limpahkanlah kalian atas kami dari air atau dari apa yang Allah rezekikan pada kalian."

Penghuni neraka ketika mereka memperoleh azab yang demikian dahsyat, dan ketika mereka merasakan lapar dan haus yang sangat, mereka menyeru penghuni syurga, "Limpahkanlah atau tuangkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepada kalian." Mereka tidak diperkenankan meminta hal tersebut, atau permintaan mereka ditolak.

"Mereka berkata, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya kepada orang-orang kafir.""

Penghuni syurga menjawab,
"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan makanan dan minuman syurga bagi orang-orang kafir." Kemudian Allah s.w.t. menggambarkan perihal orang-orang kafir, iaitu tentang pegangan hidup mereka di dunia.

"51. Orang-orang yang menjadikan agama mereka senda gurau dan permainan,"

Mereka menjadikan agama mereka sebagai senda gurauan, iaitu bahan olokkan atau ejekan, dan mereka menjadikannya sebagai permainan, di mana hati mereka lalai dan berpaling daripadanya.

"dan telah menipu mereka kehidupan dunia."

Mereka teperdaya oleh keduniawian bersama kemilaunya, iaitu perhiasan dan keindahannya, serta banyaknya penyeru kepadanya. Mereka lebih suka kepada dunia dan bergembira dengannya, hingga mereka lupa kepada apa yang diperintahkan kepada mereka, iaitu beramal untuk negeri akhirat.

"Maka pada hari ini, Kami melupakan sebagaimana mereka melupakan pertemuan hari mereka ini, dan apa yang telah mereka dengan ayat-ayat Kami mengingkari."

Maka pada hari kiamat ini, Kami melupakan atau tinggalkan mereka, iaitu membiarkan mereka tidak mendapat rahmat, melupakan kebaikan untuk mereka dan membiarkan mereka dalam azab sebagaimana mereka telah melupakan beramal untuk menyambut pertemuan mereka dengan hari ini.

Seakan-akan mereka diciptakan hanya untuk dunia dan di hadapan mereka tidak ada pembalasan terhadap amal. Dan Kami melupakan mereka sebagaimana mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Mereka diperlakukan dengan perlakuan seperti terhadap mereka yang terlupakan. Kerana sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang samar dan tersembunyi dari pengetahuan Allah dan tiada sesuatu pun yang terlupakan olehNya.

Di dalam hadis sahih disebutkan bahawa Allah berfirman kepada seorang hamba di hari kiamat, "Bukankah Aku telah mengahwinkanmu, bukankah Aku telah memuliakanmu, bukankah Aku telah menundukkan bagimu kuda dan unta, dan Aku biarkan kamu memimpin dan bertempat tinggal?" Hamba itu menjawab, "Memang benar." Allah berfirman, "Apakah kamu menduga bahawa engkau akan bersua denganKu pada hari ini?" Si hamba menjawab, "Tidak." Maka Allah s.w.t. berfirman, "Maka pada hari ini Aku melupakanmu sebagaimana kamu telah melupakan Aku."

Khamis, 10 Oktober 2019

7:44-45 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 44-45.

وَنَادَى أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا قَالُوا نَعَمْ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ (٤٤) الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالآخِرَةِ كَافِرُونَ(٤٥)

Allah s.w.t. berfirman menceritakan pembicaraan antara para penghuni syurga dengan para penghuni neraka apabila mereka telah menempati tempatnya masing-masing.

"44. Dan berseru para penghuni syurga para penghuni neraka bahawa,"

Para penghuni syurga berseru kepada para penghuni neraka untuk membuat mereka mengakui atau mencela mereka dengan mengatakan,

"Sungguh kami telah peroleh yang berjanji kepada kami Tuhan kami sebenarnya."

Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah mendapat apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami, iaitu pahala dan syurga bagi orang yang beriman dan beramal soleh.

"Maka apakah kalian peroleh yang berjanji Tuhan kalian sebenarnya?"

Maka apakah kalian telah mendapat dengan sebenarnya apa yang Tuhan kalian menjanjikannya kepada kalian, iaitu siksa dan neraka bagi orang yang kafir dan berbuat maksiat?

"Mereka berkata, "Ya.”"

Para penghuni neraka mengakui kebenarannya. Ketika itu orang-orang kafir sudah putus asa dari semua kebaikan dan mereka mengakui bahawa mereka berhak mendapat azab.

Hal yang sama pernah dikecamkan oleh Rasulullah s.a.w. terhadap orang-orang kafir yang terbunuh dalam Perang Badar, lalu dimasukkan ke dalam sumur Qulaib.

Maka Rasulullah s.a.w. berseru, "Hai Abu Jahal ibnu Hisyam, hai Utbah ibnu Rabi'ah hai Syaibah ibnu Rabi'ah (sambil menyebutkan pemimpin-pemimpin mereka (orang-orang kafir) lainnya), apakah kalian telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian kepada kalian? Kerana sesungguhnya aku telah memperoleh apa yang telah dijanjikan oleh Tuhanku kepadaku dengan sebenarnya."

Umar r.a. bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah engkau berbicara kepada kaum yang telah menjadi bangkai?"

Rasulullah s.a.w. menjawab melalui sabdanya, "Demi Zat yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaanNya, kalian sekali-kali bukanlah orang-orang yang lebih mendengar ucapanku dari mereka, tetapi mereka tidak mampu menjawab."

"Maka menyeru seorang penyeru di antara mereka bahawa, "Laknat Allah atas orang-orang yang zalim.""

Kemudian seorang malaikat mengumumkan di antara kedua golongan itu, "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim." Iaitu ditetapkan atas mereka kutukan Allah.

Kutukan atau laknat bermaksud dijauhkan dari semua kebaikan, kerana ketika Allah membukakan untuk mereka pintu-pintu rahmatNya, mereka berpaling darinya.

"45. Orang-orang yang menghalang-halangi dari jalan Allah dan mereka menginginkannya bengkok, dan mereka dengan akhirat ingkar."

Orang-orang zalim di sini adalah orang-orang yang menghalang-halangi diri sendiri dan orang lain dari mengikuti jalan (agama) Allah, syariatNya dan apa yang disampaikan oleh nabi-nabi, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.

Mereka mengharapkan dan mencari helah agar jalan Allah itu menjadi bengkok (tidak lurus) sehingga tidak ada seorang pun yang mahu mengikutinya.

Mereka kafir kepada kehidupan akhirat, ingkar dengan hari pertemuan dengan Allah s.w.t dan tidak beriman kepada kebangkitan, iaitu hari akhirat. Mereka mendustakannya, mengingkarinya, tidak mempercayainya dan tidak beriman kepada keberadaannya. Inilah yang membuat mereka menyimpang dari jalan yang lurus dan mengikuti hawa nafsu.

Kerana itulah mereka tidak mempedulikan perkataan mungkar yang mereka ucapkan dan perbuatan keji yang mereka kerjakan, sebab mereka sama sekali tidak merasa takut dengan adanya hari perhitungan, tidak takut kepada siksa atau pembalasan hukuman di hari kemudian dan tidak berharap pahala di hari itu. Merekalah manusia yang paling jahat ucapan dan amal perbuatannya.

Sabtu, 29 Jun 2019

7:42-43 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 42-43.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٤٢) وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٤٣)

Allah s.w.t. berfirman menceritakan keadaan orang-orang yang berbahagia,

"42. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang soleh"

Iaitu orang-orang yang hatinya beriman, dan seluruh anggota tubuhnya mengerjakan kebajikan-kebajikan. Mereka beriman dan beramal, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, yang wajib maupun yang sunat. Mereka tidak mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak menyombongkan diri terhadapnya.

"Kami tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya;"

Iman dan pengamatannya adalah mudah. Kami tidak akan memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya. Di antara amal soleh, ada amal yang tidak disanggupi hamba, maka Allah s.w.t. tidak membebankan perkara yang tidak disanggupi tersebut.

Dalam keadaan seperti ini, seorang hamba mesti bertakwa kepada Allah sesuai kemampuannya. Oleh kerana itu, tidaklah wajib suatu perbuatan ketika tidak mampu dilaksanakan dan tidaklah haram ketika darurat.

"Mereka itu penghuni-penghuni syurga, mereka di dalamnya kekal."

Mereka tidak akan dipindahkan daripadanya dan mereka tidak akan meminta untuk pindah.

"43. Dan Kami telah mencabut apa yang dalam hati mereka dari kedengkian, mengalir dari bawah mereka sungai-sungai,"

Kami telah mencabut segala macam rasa dendam kesumat yang berada di dalam hati mereka sehingga mereka bersaudara dan saling cinta-mencintai. Di bawah mereka mengalir sungai-sungai. Mereka dapat memancarkannya ke tempat yang mereka inginkan.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Apabila orang-orang mukmin selamat dari neraka, mereka ditahan di atas sebuah jambatan yang terletak di antara syurga dan neraka. Lalu dilakukanlah hukuman qisas berkenaan dengan penganiayaan-penganiayaan yang terjadi di antara mereka ketika di dunia. Setelah mereka dibersihkan dan disepuh (dari hal tersebut), barulah mereka diizinkan untuk memasuki syurga. Demi Zat yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya seseorang di antara mereka terhadap suatu kedudukan di syurga, lebih dia ketahui berbanding tempat tinggalnya sewaktu di dunia."

Sesungguhnya ahli syurga itu apabila digiring masuk ke syurga, maka mereka menjumpai di dekat pintu syurga sebuah pohon yang pada akarnya terdapat dua mata air.

Kemudian mereka minum dari salah satunya, maka tercabutlah (terhapuslah) dari dada mereka semua dendam kesumat yang ada; minuman tersebut dinamakan minuman kesucian.

Kemudian mereka mandi dari mata air yang lainnya, maka mengalirlah ke dalam tubuh mereka kesegaran yang penuh dengan kenikmatan, sehingga diri mereka tidak awut-awutan (selekeh) dan tidak pucat lagi untuk selama-lamanya.

Mereka dapat mengalirkannya ke sela-sela istana, ke kebun-kebun dan ke lapisan atas, dan sungai-sungai tersebut mengalir tanpa ada parit (lubang galian). Mereka menempati tempatnya dan melihat kenikmatan yang Allah berikan.

"dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini.""

Allah telah memberi nikmat kepada kami, mengilhamkan hati kami, sehingga hati kami beriman dan sedia mengerjakan amalan yang menyampaikan kami ke tempat (syurga) ini. Allah juga yang menjaga iman dan amal kami hingga kami sampai ke tempat ini.

Maka segala puji bagi Allah yang telah memulai kami dengan nikmat dan terus melimpahkan kepada kami berbagai nikmat yang nampak maupun yang tersembunyi dalam jumlah yang tidak mampu kami hitung.

"Dan tidaklah kami akan dapat petunjuk jika tidak Allah memberi kami petunjuk." 

Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Dalam hati kami tidak ada kesediaan menerima petunjuk, jika sekiranya Allah tidak mengurniakan kepada kami hidayahNya dan mengikuti rasulNya.

"Sungguh telah datang rasul-rasul Tuhan kami dengan kebenaran.”

Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Allah dengan membawa kebenaran, dan kini terbuktilah bagi kami apa yang dijanjikan para rasul itu.

"Dan mereka diserukan bahawa itulah syurga yang telah diwariskan kepada kalian kerana apa yang kalian kerjakan."

Diserukan kepada mereka sebagai ucapan selamat dan penghormatan, "Itulah syurga yang diwariskan kepada kalian disebabkan apa yang kalian kerjakan dahulu."

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Semua ahli syurga dapat melihat kedudukannya di neraka, lalu dia mengatakan, "Sekiranya Allah tidak memberikan petunjuk kepada saya," maka ucapan itu merupakan ungkapan rasa syukurnya. Dan semua ahli neraka dapat melihat kedudukannya di syurga, lalu dia mengatakan, "Sekiranya Allah memberikan petunjuk kepada saya," maka ucapan itu merupakan ungkapan rasa penyesalannya."

Kerana itulah ketika mereka tidak ditempatkan di neraka kerana dimasukkan ke dalam syurga, maka diserukan kepada mereka, "Apa yang kalian peroleh sekarang disebabkan amal perbuatan yang telah kalian kerjakan, iaitu berkat amal perbuatan soleh kalian akhirnya kalian mendapat rahmat dan dapat masuk syurga, kemudian kalian menempati kedudukan masing-masing sesuai dengan tingkatan amal perbuatan kalian."

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Ketahuilah oleh kalian bahawa seseorang di antara kalian tidak dapat masuk syurga kerana amal perbuatannya." Mereka (para sahabat) bertanya, "Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Begitu pula saya, terkecuali bila Allah melimpahkan rahmat dan kurniaNya kepada saya."

Sebahagian kaum salaf berkata, “Penghuni syurga selamat dari neraka kerana maaf dari Allah. Mereka dimasukkan ke syurga kerana rahmat Allah. Mereka mengambil bahagian tempat di syurga dan mewarisinya kerana amal soleh, dan itu pun termasuk rahmatNya, bahkan termasuk bentuk rahmat yang paling tinggi.”

Ahad, 31 Mac 2019

7:38-41 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 38-41.

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ فِي النَّارِ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا حَتَّى إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لأولاهُمْ رَبَّنَا هَؤُلاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَكِنْ لا تَعْلَمُونَ (٣٨) وَقَالَتْ أُولاهُمْ لأخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (٣٩) إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ (٤٠) لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ (٤١)

Allah s.w.t. berfirman memberitakan perihal apa yang dikatakanNya pada hari Kiamat kepada orang-orang musyrik yang telah membuat-buat dusta terhadapNya dan mendustakan ayat-ayatNya,

"38. Dia berfirman, "Masuklah kalian bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum kalian dari jin dan manusia dalam neraka.""

Masuklah kalian ke dalam api neraka bersama umat-umat lain yang serupa dengan kalian serta memiliki sifat-sifat kalian, yang telah lebih dahulu kafir sebelum kalian dari kalangan makhluk jin dan manusia.

"Setiap kali masuk umat dia mengutuk kawannya;"

Setiap kali masuk suatu umat ke dalam neraka, dia melaknat orang yang telah menyesatkannya.

"sehingga apabila mereka mendapati di dalamnya semuanya."

Iaitu apabila mereka dari yang pertama hingga yang terakhir, para pemimpin dan para pengikut semuanya telah berkumpul di dalam neraka.

"Berkatalah orang-orang yang terakhir kepada orang-orang yang terdahulu,"

Orang-orang yang terakhir ialah orang-orang yang masuk kemudian atau para pengikut. Orang-orang yang terdahulu ialah orang-orang yang masuk dahulu ke dalam neraka, orang-orang yang diikuti atau para pemimpin.

Para pemimpin masuk ke dalam neraka lebih dahulu kerana kejahatan mereka lebih parah daripada para pengikutnya. Merekalah yang telah menyesatkan para pengikutnya dari jalan yang lurus. Para pengikut mengadukan kepada Allah perihal para pemimpin mereka,

"Ya Tuhan kami, mereka itulah telah menyesatkan kami, maka datangkan pada mereka azab yang berlipat ganda dari api neraka.”

Merekalah yang telah menyesatkan kami dengan menghias amal buruk kepada kami, maka datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka.

"Dia berfirman, "Bagi masing-masing umat berlipat ganda, akan tetapi kalian tidak mengetahui.”"

Masing-masing kalian mendapat siksaan yang berlipat ganda. Kami telah melakukan hal tersebut dan Kami berikan pembalasan kepada masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya. Akan tetapi kalian tidak mengetahui.

"39. Dan berkatalah orang-orang yang terdahulu kepada orang-orang yang terakhir, "Maka tidak ada bagi kalian atas kami dari kelebihan, maka rasakanlah kalian sebab apa yang kalian kerjakan.""

Para pemimpin menjawab perkataan para pengikutnya, "Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami." Maksudnya, sesungguhnya kalian pun telah sesat sama dengan kami. Kita telah sama-sama tersesat dan telah mengerjakan sebab untuk diazab, lalu apa kelebihan kalian di atas kami? Maka rasakanlah siksaan kerana perbuatan yang telah kalian lakukan.

Namun, azab kepada para pemimpin kesesatan tentu lebih dahsyat daripada kepada para pengikut, sebagaimana nikmat dan pahala yang diperoleh para pemimpin petunjuk lebih besar daripada para pengikut.

Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah akan kekal diazab, walaupun mereka berbeda-beda tingkatan azabnya menurut amal mereka, sikap keras mereka, kezaliman dan kedustaan mereka, dan cinta kasih yang sebelumnya terjalin di antara mereka akan berubah pada hari kiamat menjadi permusuhan dan saling laknat-melaknat.

"40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka menyombongkan diri darinya tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit"

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mahu beriman, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit ketika roh mereka diangkat kepadanya, lalu dijatuhkan ke sijjin (bahagian bawah bumi). Adapun orang-orang mukmin, pintu langit akan dibukakan untuknya dan rohnya dinaikkan ke langit menghadap Allah.

Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau ahli maksiat apabila ajalnya sudah habis di dunia ini dan hendak menghadap ke alam akhirat, maka turunlah kepadanya para malaikat yang berwajah hitam dengan membawa karung, lalu mereka duduk sejauh mata memandang darinya. Kemudian datanglah malaikat maut yang langsung duduk di dekat kepalanya.

Malaikat maut berkata, "Hai jiwa yang jahat, keluarlah engkau menuju kepada kemurkaan dan marah Allah." Maka rohnya bercerai-berai keseluruh tubuhnya (bersembunyi), kemudian malaikat maut mencabutnya sebagaimana seseorang mencabut besi pemanggang daging dari kain wol yang basah (mencabut kain kerudung dari dahan yang beronak duri).

Apabila malaikat maut telah mencabut rohnya, maka mereka tidak membiarkan roh itu berada di tangan malaikat maut barang sekejap pun, melainkan langsung mereka masukkan ke dalam karung tersebut, dan tercium darinya bau bangkai yang paling busuk di muka bumi ini.

Kemudian mereka membawanya naik. Tidak sekali-kali mereka yang membawanya bersua dengan segolongan malaikat, melainkan mereka mengatakan, "Siapakah yang memiliki roh yang buruk itu?”

Mereka menjawab, "Si Fulan bin Fulan," dengan menyebut nama panggilan terburuknya ketika di dunia, hingga sampailah roh itu ke langit yang paling bawah. Kemudian dimintakan izin untuk naik, tetapi dia tidak diizinkan masuk. Pintu langit tidak dibukakan untuknya.

Maka Allah s.w.t. berfirman, "Catatkanlah pada kitab catatan amalnya bahawa dia dimasukkan ke dalam Sijjin bahagian bumi yang paling dasar!" Lalu rohnya dicampakkan dengan kasar ke dalam Sijjin. Maka dikembalikanlah rohnya ke dalam jasadnya dan datang kepadanya dua malaikat yang langsung mendudukkannya.

Mereka bertanya, "Siapakah Tuhanmu?” Dia hanya mengatakan, "Ha, ha, tidak tahu.” Mereka bertanya, "Apakah agamamu?” Dia menjawab, "Ha, ha, tidak tahu." Mereka bertanya, "Siapakah lelaki yang diutus di kalangan kalian ini?” Dia menjawab, "Ha, ha, tidak tahu.”

Maka terdengarlah suara dari langit menyerukan, "HambaKu telah berdusta, maka hamparkanlah untuknya hamparan dari neraka, dan bukakanlah baginya sebuah pintu yang menuju ke neraka."

Lalu panas neraka dan anginnya yang membakar datang kepadanya, serta kuburan tempat tinggalnya disempitkan sehingga tulang-tulang rusuknya berantakan.

Kemudian datanglah seorang lelaki yang buruk rupanya, buruk pakaiannya lagi busuk baunya sambil berkata, "Rasakanlah apa yang akan membuatmu tersiksa. Hari ini adalah hari yang pernah dijanjikan kepadamu.”

Maka dia bertanya, "Siapakah kamu? Penampilanmu merupakan penampilan orang yang membawa kejahatan.” Lelaki itu menjawab, "Saya adalah amal burukmu.” Maka dia berkata, "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hari kiamat."

Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila ajalnya di dunia sudah habis dan akan menghadap ke akhirat, maka turunlah kepadanya para malaikat yang semua wajahnya putih seakan-akan seperti matahari.

Mereka turun dengan membawa kain kafan dari syurga dan wewangian pengawet jenazah dari syurga, hingga mereka semua duduk di dekatnya sampai sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya, lalu malaikat maut berkata, "Hai jiwa yang tenang, keluarlah menuju kepada ampunan dan ridha Allah!"

Maka keluarlah rohnya, mengucur sebagaimana mengucurnya titisan air dari mulut (lubang) wadah penyiram. Maka semua malaikat yang terdapat di antara langit dan bumi memohonkan rahmat baginya, begitu juga semua malaikat yang di langit berikutnya.

Kemudian malaikat maut memegangnya dan langsung mencabutnya, mengafankan, serta mewangikannya dengan kafan dan wewangian yang dibawanya. Sedangkan dari roh itu tercium bau wewangian minyak kesturi yang paling harum di muka bumi.

Lalu mereka membawanya naik ke langit. Tidak sekali-kali mereka yang membawanya melintasi sejumlah malaikat, melainkan mereka bertanya, "Siapakah roh yang harum ini?” Mereka menjawab, "Si Fulan, " iaitu dengan menyebutkan nama terbaiknya yang biasa dipakai untuk memanggilnya ketika di dunia.

Hingga sampailah mereka ke langit yang paling rendah, lalu mereka memintakan izin masuk untuknya, dan dibukakan baginya pintu langit. Maka dia diiringi oleh semua malaikat penghuni setiap lapis langit untuk membawanya sampai kepada lapis langit yang lainnya, hingga sampai kepada langit yang ketujuh.

Maka Allah s.w.t. berfirman, "Catatkanlah di dalam kitab (catatan amal) hambaKu ini bahawa dia termasuk orang-orang yang menghuni syurga yang tinggi; dan kembalikanlah dia ke bumi, kerana sesungguhnya Aku telah menciptakan mereka dari tanah, dan kepadanya Aku kembalikan mereka, serta darinya Aku keluarkan mereka di kesempatan yang lain.”

Maka rohnya dikembalikan, lalu datanglah kepadanya dua malaikat, dan kedua malaikat itu mempersilakannya duduk. Mereka bertanya, ”Siapakah Tuhanmu?” Dia menjawab, "Tuhanku adalah Allah.” Mereka bertanya, "Apakah agamamu?” Dia menjawab, "Agamaku Islam.”

Mereka bertanya, "Siapakah lelaki ini yang diutus di antara kalian?” Dia menjawab, "Dia adalah utusan Allah." Mereka bertanya, "Apakah amal perbuatanmu?” Dia menjawab, "Saya membaca Kitabullah, maka saya beriman dan membenarkannya.”

Maka ada suara yang menyerukan dari langit, "Benarlah apa yang dikatakan oleh hambaKu. Maka hamparkanlah baginya hamparan dari syurga, berilah dia pakaian dari syurga, dan bukakanlah baginya suatu pintu yang menghubungkan ke syurga.”

Maka kesegaran dan wewangian dari syurga datang kepadanya serta dilapangkan baginya kuburnya hingga sejauh mata memandang. Datanglah kepadanya seorang lelaki yang berwajah tampan, berpakaian indah lagi harum baunya.

Lelaki itu berkata, "Bergembiralah engkau dengan berita yang akan membuatmu bahagia. Inilah hari yang pernah dijanjikan kepadamu.”

Dia bertanya kepada lelaki itu, ”Siapakah engkau ini? Penampilanmu merupakan penampilan orang yang membawa kebaikan.” Lelaki itu menjawab, "Saya adalah amal solehmu.”

Maka dia berkata, "Ya Tuhanku, segerakanlah kiamat. Ya Tuhanku, segerakanlah kiamat agar aku dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan harta bendaku.”

Menurut suatu pendapat, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi suatu pun amal soleh dan doa mereka.

"dan mereka tidak masuk syurga sehingga masuk unta dalam lubang jarum. Dan demikianlah Kami beri balasan orang-orang yang berdosa."

Mustahil bagi mereka untuk masuk syurga. Begitulah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.

"41. Bagi mereka dari neraka Jahannam tempat tidur dan dari atas mereka selimut."

Di bawah mereka ada tikar atau hamparan tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut dari api neraka. Mereka terkepung di dalam api neraka.

"Dan demikianlah Kami beri balasan orang-orang yang zalim."

Begitulah Allah memberi pembalasan yang sesuai bagi orang-orang yang berbuat kejahatan. Dia sama sekali tidaklah berbuat zalim kepada hamba-hambaNya.

Isnin, 7 Januari 2019

7:35-37 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 35-37.

يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (٣٥) وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٣٦) فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ أُولَئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ (٣٧)

Allah s.w.t. berfirman,

"35. Wahai anak Adam, adapun datang kepada kalian rasul-rasul di antara kalian mereka menceritakan kepada kalian ayat-ayatKu,"

Allah s.w.t. menempatkan Adam dan keturunannya di muka bumi. Kemudian Dia mengutus rasuI-rasuINya dan menurunkan kitab-kitab sebagai ujian kepada umat manusia. Para rasul membacakan kepada manusia ayat-ayatNya, menerangkan hukum-hukumNya, membawa berita gembira dan peringatan.

"maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan,"

Iaitu orang-orang yang meninggalkan semua yang diharamkan iaitu syirik, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil, mengerjakan semua ketaatan, dan mengadakan perbaikan terhadap amalnya, baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi.

"maka tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak bersedih hati."

Keutamaan orang yang mengikuti seruan para rasulNya adalah tidak ada rasa takut dan khuatir pada mereka sebagaimana yang dialami oleh selain mereka. Mereka juga tidak bersedih hati terhadap yang telah luput. Ketika rasa takut dan kesedihan sudah hilang, maka akan tercapai keamanan yang sempurna, kebahagiaan dan keberuntungan.

"36. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri darinya, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka di dalamnya kekal."

Tetapi orang-orang yang tidak mahu mengikuti seruan para rasulNya, iaitu orang-orang yang hati mereka tidak mengimani ayat-ayat Allah, anggota badan mereka tidak mahu tunduk kepadanya dan tidak mahu mengamalkannya, mereka itu kerugian dan akan menjadi penghuni tetap di dalam neraka selama-lamanya.

"37. Maka siapakah lebih zalim dari orang yang mengadakan terhadap Allah kedustaan atau dia mendustakan ayat-ayatNya?"

Tidak ada yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat dusta atau mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, seperti menisbatkan sekutu atau anak kepadaNya, atau berkata terhadap Allah tanpa ilmu. Atau dia mendustakan atau tidak percaya kepada Al Qur’an.

"Mereka itu akan memperoleh bahagian mereka dari Kitab;"

Mereka akan mendapat bahagian yang telah ditentukan untuk mereka seperti yang telah tercatat di dalam Lauhul Mahfuz.

'Bahagian mereka' bermaksud mereka akan mendapat hukuman yang telah ditetapkan atas diri mereka dan atas diri orang-orang yang membuat dusta terhadap Allah, iaitu wajah mereka akan menjadi hitam legam.

Ada yang mengatakan 'bahagian mereka' bermaksud mereka akan mendapat bahagian dari amal perbuatannya masing-masing. Barang siapa yang beramal soleh, maka balasannya adalah baik; dan barang siapa yang beramal jahat, maka balasannya adalah buruk; masing-masing mendapat balasan menurut amal perbuatannya.

Ada yang mengatakan 'bahagian mereka' bermaksud mereka akan mendapat balasan kebaikan dan balasan kejahatan yang telah dijanjikan bagi mereka.

Pendapat paling kuat mengatakan bahawa 'bahagian mereka' bermaksud amalnya, rezekinya yang sementara, umurnya sampai waktu tertentu dan sebagainya seperti yang telah tercatat di dalam Lauhul Mahfuz. Mereka hanya bersenang-senang sebentar di dunia.

"sehingga apabila telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami mewafatkan mereka."

Rusuluna (rasul-rasul Kami) di sini bermaksud para utusan, iaitu malaikat maut. Mereka mendapat bahagian mereka sehingga datang kepada mereka para malaikat mencabut nyawa mereka sambil membuat mereka takut dan mencela mereka dengan keras. Lalu nyawa mereka dibawa dan dicampakkan ke dalam neraka.

"Mereka berkata, "Di manakah apa yang dulu kalian seru dari selain Allah?""

Para malaikat berkata kepada mereka, "Di manakah sesembahan yang dulu kalian persekutukan dengan Allah ketika kalian hidup di dunia? Adakah mereka dapat memberi manfaat kepada kalian atau menghindarkan bahaya dari kalian? Serulah mereka agar membebaskan kalian dari siksaan yang kalian alami sekarang!"

"Mereka berkata, "Mereka telah lenyap dari kami."" 

Orang-orang musyrik menjawab bahawa berhala-berhala itu semuanya telah pergi dan hilang dari mereka. Maka mereka tidak mempunyai harapan lagi untuk mendapat manfaat dan kebaikannya.

"Dan mereka mengakui atas diri mereka sendiri bahawa mereka dahulu orang-orang yang kafir."

Mereka menyatakan pengakuannya atau memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahawa mereka adalah orang-orang yang kafir. Mereka akan disiksa selamanya.

Jumaat, 9 November 2018

7:31-34 Tafsir Surah Al A’raf, ayat 31-34.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (٣١) قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (٣٢) قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٣) وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ (٣٤)

Dahulu di masa Jahiliyah, kaum lelaki dan wanita musyrik melakukan tradisi tawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang bulat sambil bersiul dan bertepuk tangan. Kaum lelaki melakukannya di siang hari, sedangkan kaum wanita pada malam harinya.

Salah seorang wanita dari mereka mengatakan dalam tawafnya, "Pada hari ini tampaklah sebahagiannya atau seluruhnya; dan apa yang tampak darinya, maka tidak akan saya halalkan." Maka Allah s.w.t. menurunkan firmanNya,

"31. Wahai anak Adam pakailah pakaian kalian yang bagus di setiap masjid"

Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang baik-baik, yang indah-indah dan bersih dari kotoran dan najis untuk menutup aurat kalian di setiap memasuki masjid, iaitu di setiap akan mengerjakan solat, tawaf keliling ka'bah dan ibadah-ibadah yang lain.

Az zinatu di sini bermaksud pakaian, iaitu pakaian yang menutupi aurat, dibuat dari kain yang baik dan bahan lain yang dapat dijadikan pakaian. Menutup aurat menghiasi badan dan menanggalkannya menjadikan buruk bagi badan.

Kalian disunatkan memakai pakaian yang indah di saat hendak melakukan solat, terlebih lagi solat Jumaat dan solat Hari Raya. Pakaian yang paling utama ialah yang berwarna putih. Disunatkan juga memakai wewangian, kerana wewangian termasuk ke dalam pengertian perhiasan. Juga disunatkan bersiwak kerana siwak merupakan kesempurnaan bagi hal tersebut.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, kerana sesungguhnya pakaian putih adalah pakaian terbaik kalian, dan kafankanlah dengannya orang-orang mati kalian. Dan sesungguhnya sebaik-baik celak kalian memakai ismid, kerana sesungguhnya ismid itu dapat mencerahkan pandangan mata dan menumbuhkan rambut."

Dahulu di masa Jahiliah, orang-orang yang melakukan tawaf di Baitullah sambil telanjang bulat mengharamkan wadak (minyak samin) atas diri mereka sendiri selama mereka berada di musim haji. Maka Allah s.w.t. berfirman terhadap mereka,

"dan makanlah kalian dan minumlah kalian,"

Makan dan minumlah sesuka kalian segala sesuatu yang halal, yang direzekikan oleh Allah buat kalian. Begitu juga dalam hal berpakaian.

"dan janganlah kalian berlebihan."

Tetapi dalam hal makan, minum dan berpakaian, janganlah kalian berlebih-lebihan, melampaui batas dan sombong. Janganlah kalian melebihi keperluan, bermewah-mewahan, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Makan, minum, berpakaian dan bersedekahlah kalian tanpa dengan kesombongan dan berlebih-lebihan, kerana sesungguhnya Allah suka bila melihat nikmatNya digunakan oleh hambaNya."

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Tiada suatu wadah pun yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih jahat daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbinya. Dan jika dia terpaksa melakukannya, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."

"Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang melampaui batasanNya. Berlebih-lebihan adalah perkara yang dibenci Allah, membahayakan badan dan penghidupannya, bahkan akan membuatnya tidak mampu memenuhi kewajiban.

Allah menyukai sikap yang menghalalkan apa yang dihalalkanNya dan mengharamkan apa yang diharamkanNya, kerana yang demikian itulah sifat pertengahan (bersederhana) yang diperintahkan olehNya.

Orang-orang musyrik membebani diri sendiri dengan mengharamkan sebahagian makanan, minuman dan pakaian menurut kehendak hati, buat-buatan dan pendapat mereka sendiri yang rosak dan tanpa berdasarkan syariat dari Allah. Allah s.w.t. berfirman kepada Nabi Muhammad s.a.w.,

"32. Katakanlah, "Siapakah mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan untuk hamba-hambaNya yang baik-baik dari rezeki?""

Siapakah yang mengharamkan pakaian yang telah Allah sediakan untuk hamba-hambaNya? Siapa pulakah yang mengharamkan rezeki yang baik-baik? Allah telah menciptakan semua itu untuk dimanfaatkan oleh semua manusia di dunia ini, baik yang beriman maupun yang kafir.

"Katakanlah, "Dia bagi orang-orang beriman dalam kehidupan dunia khusus pada hari kiamat.""

Akan tetapi, semuanya itu khusus hanya bagi orang-orang yang beriman kelak di hari kiamat. Tiada seorang pun dari kalangan orang-orang kafir bersama mereka dalam memanfaatkannya, kerana syurga diharamkan bagi orang-orang kafir.

Barang siapa tidak beriman kepada Allah dan menggunakan nikmat-nikmatNya untuk bermaksiat, maka dia tidak berhak menikmatinya, bahkan akan diberikan hukuman terhadapnya dan pada hari kiamat kenikmatan yang mereka rasakan akan ditanya.

"Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum mereka mengetahui."

Demikianlah Allah s.w.t. menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

"33. Katakanlah, "Sungguh hanyalah mengharamkan Tuhanku perbuatan-perbuatan keji apa yang tampak darinya dan apa yang tersembunyi,""

Tuhanku hanya mengharamkan fawahisy (perbuatan-perbuatan yang keji), iaitu dosa-dosa besar seperti zina, liwat (homoseks) dan sebagainya, baik dengan anggota badan, maupun dengan hati seperti riya’, ujub, sombong, nifak dan sebagainya.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, kerana itulah Dia mengharamkan perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang kelihatan maupun yang tidak tampak. Dan tidak ada seorang pun yang lebih suka dipuji daripada Allah."

"dan maksiat"

Tuhanku mengharamkan al ismu (maksiat atau perbuatan dosa), iaitu yang berkaitan dengan hak Allah.

"dan melanggar hak orang lain tanpa hak"

Tuhanku mengharamkan al baghyu (perbuatan zalim atau melanggar hak manusia), iaitu yang berkaitan dengan hak mereka tanpa alasan yang benar.

"dan kalian menyekutukan Allah apa yang tidak Dia menurunkan dengannya alasan"

Tuhanku mengharamkan syirik (mempersekutukanNya dengan sesuatu). Dia tidak menurunkan hujah untuk itu. Apa yang Dia turunkan hanyalah tauhid (mengesakanNya dalam beribadah).

"dan kalian mengatakan atas Allah apa yang tidak kalian ketahui."

Tuhanku mengharamkan mengada-adakan terhadap Allah, berdusta atau membicarakan tentang Allah tanpa pengetahuan, baik dalam nama-namaNya, sifatNya, perbuatanNya atau dalam syari’atNya, seperti pengakuan bahawa Allah beranak, mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkanNya dan sebagainya yang tiada pengetahuan bagi kalian mengenainya.

Dalam ayat ini, Allah melarang beberapa perkara, dari mulai yang ringan hingga yang besar, kerana di dalamnya terdapat kerosakan baik sifatnya khusus maupun umum, terdapat kezaliman dan sikap berani kepada Allah, menindas hamba-hamba Allah dan kerana di dalamnya terdapat perubahan agama Allah dan syari’atNya.

"34. Dan bagi tiap-tiap umat ajal."

Bagi setiap kurun dan generasi, ada batasan waktu yang ditetapkan. Allah s.w.t. telah mengeluarkan anak cucu Adam ke bumi dan menempatkan mereka di sana serta menentukan ajal yang tidak maju dan tidak mundur. Setiap bangsa mempunyai batas waktu kejayaan atau keruntuhan.

"Maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkan sesaat dan mereka tidak dapat memajukan."

Apabila telah sampai waktu ajal yang telah ditakdirkan bagi mereka, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

KANDUNGAN.

JUZUK 1. Isti'adzah.    Al Fatihah 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 . Al Baqarah 1-5 , 6-7 , 8-9 , 10-16 , 17-20 , 21-25 , 26-27 , 28-29 , 3...